<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>sekejap waktu, semata cinta</title>
	<atom:link href="http://pinjambuku.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pinjambuku.wordpress.com</link>
	<description>membaca, menyimak dunia, menuliskan kisah berikutnya....</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Nov 2011 07:00:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pinjambuku.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>sekejap waktu, semata cinta</title>
		<link>http://pinjambuku.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pinjambuku.wordpress.com/osd.xml" title="sekejap waktu, semata cinta" />
	<atom:link rel='hub' href='http://pinjambuku.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tentang Waktu dan Hal-Hal yang Tak Penting Itu</title>
		<link>http://pinjambuku.wordpress.com/2011/04/27/tentang-waktu-dan-hal-hal-yang-tak-penting-itu/</link>
		<comments>http://pinjambuku.wordpress.com/2011/04/27/tentang-waktu-dan-hal-hal-yang-tak-penting-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Apr 2011 10:15:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pinjambuku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pinjambuku.wordpress.com/?p=235</guid>
		<description><![CDATA[betawi hari ini, ketika ada hujan dan mesti berangkat ke pabrik seperti biasa, lalu minum kopi seperti biasa, sambil nongkrong dan ngobrol tak jelas dengan sesama buruh yang tak jelas, dan semacam itu&#8230;. pagi2 bangun kesiangan karena liat bola sampai pagi. tapi kalo kesiangan kan bukan bangun pagi2 ya? apalagi kalo liat bolanya sampai pagi, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pinjambuku.wordpress.com&amp;blog=1177682&amp;post=235&amp;subd=pinjambuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>betawi hari ini,</p>
<p>ketika ada hujan dan mesti berangkat ke pabrik seperti biasa, lalu minum kopi seperti biasa, sambil nongkrong dan ngobrol tak jelas dengan sesama buruh yang tak jelas, dan semacam itu&#8230;.</p>
<p>pagi2 bangun kesiangan karena liat bola sampai pagi. tapi kalo kesiangan kan bukan bangun pagi2 ya? apalagi kalo liat bolanya sampai pagi, berarti tidak tidur tapi bangun&#8230; eh, bangun atau terjaga ya? lho, kalo terjaga kan artinya kita lagi tidur trus terbangun, itu istilah terjaganya bener. kalo dari sore tidak tidur sampai pagi nunggu bola, artinya bukan terjaga tapi begadang&#8230; ah, jadi ingat lagunya bang rhoma: begadang jangan begadang, kecuali ada artinya, liat bola dan menang jagoannya&#8230; itu baru bener! yang gak bener kalo pake taruhan, itu judi namanya: judi! Jreeet! meracuni keimanaaaan…. Judi! Jreeeet! meracuni kebenaraaaaan….</p>
<p><span id="more-235"></span></p>
<p>iki arep nulis opo to, lung?</p>
<p>aslinya mau nyoba nulis yang suka2 saja. inspirasinya dari blog http://semogalekassembuh.blog.com yang ngawur tapi lucu, yang jadinya menghibur itu. nemu blog ini dari twitter, yang @UpdateBlog yang kasih info artikel baru di banyak blog. twitter memang bikin sibuk, karena kalo lagi nganggur jadi tergoda untuk liat twitter&#8230; kadang2 kalo lagi sibuk trus bete juga sama, liat twitter. jadi, twitter ini memang jadi bikin nggak jelas: tulisannya supersingkat, supercepet ganti, superbanyak yang mbacot yang pada supersokpenting bahkan untuk hal yang paling supertakpenting&#8230;.</p>
<p>eh, balik lagi ke yang tadi, yang nulis suka2 tadi lho, aslinya ada kang pidi baiq yang lebih top dengan nulis suka2. tapi kang pidi baiq ini kayaknya nulisnya sama sekali tidak suka2, hasilnya saja kelihatan suka2, dibacanya bikin tertawa, tapi kalo dibaca serius isinya sama sekali tidak suka2, tapi malah superserius itu&#8230; beda sama si semogalekassembuh ini. nulisnya memang suka2, isinya juga suka2, hasilnya juga suka2, kalo dibaca juga suka2 yang baca, mau suka2 dan tertawa atau malah sama sekali tidak suka tapi manyun sudah menghabiskan waktu itu&#8230;</p>
<p>nah, rasanya ini nulisnya sudah menghabiskan waktu banget, karena tidak jelas maunya apa, hasilnya juga tidak jelas&#8230; eh, tapi sebenarnya waktunya tidak habis, sih. mana bisa waktu dihabisi. waktu yang bisa menghabisi kita&#8211;misalnya pas ujian, lagi berjuang keras mikir jawaban, eh waktunya menghabisi murid2 bodoh yang tidak budiman karena tidak menghormati guru dan sayang teman&#8211;hormatnya cuma sama bendera, sayangnya cuma sama pacarnya!</p>
<p>yang paling ngeri, kalo waktu menghabisi umur kita. sudah tidak kasih tahu kalo sudah datang waktunya&#8211;datang dari mana ya? kita juga tidak bisa berkelit. mati ya mati. sudah. selesai.</p>
<p>eh, kita mati juga tetep sama: waktu tidak menghabisi kita, apalagi kita kehabisan waktu&#8230; kata kitab2 suci, kalo kita mati, kita dikasih waktu untuk menunggu hari perhitungan&#8211;nunggunya di kuburan, serem! sudah itu, kalo waktu nunggunya sudah selesai, kita dikasih waktu untuk menerima imbalan dari semua tindakan kita selama dikasih waktu selama hidup di dunia. kalo waktunya dihabiskan untuk berbuat baik, kita dikasih waktu yang tidak terbatas untuk ngapain saja di surga. kalo waktunya dihabiskan untuk berbuat tidak baik, kita dikasih waktu yang tidak terbatas untuk diapain saja di neraka.</p>
<p>oleh karena itu, kita sudahi saja obrolan gak jelas ini. segeralah melakukan sesuatu yang jelas&#8211;eh, yang jelas kok sesuatu sih? pokoknya, segeralah mempergunakan waktu yang ada untuk berbuat baik atau berbuat tidak baik, biar jelas nanti kita akan menghabiskan waktu di surga atau di neraka. coba, kalo kita tidak berbuat yang jelas, di akhirat kita mau dikasih waktu di mana? mosok, di dunia sudah pusing, di sono juga pusing juga? gak asyik banget, kan?</p>
<p>sudah sore ini&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pinjambuku.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pinjambuku.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pinjambuku.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pinjambuku.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pinjambuku.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pinjambuku.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pinjambuku.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pinjambuku.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pinjambuku.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pinjambuku.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pinjambuku.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pinjambuku.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pinjambuku.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pinjambuku.wordpress.com/235/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pinjambuku.wordpress.com&amp;blog=1177682&amp;post=235&amp;subd=pinjambuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pinjambuku.wordpress.com/2011/04/27/tentang-waktu-dan-hal-hal-yang-tak-penting-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>s.a.k.i.t</title>
		<link>http://pinjambuku.wordpress.com/2010/08/25/s-a-k-i-t/</link>
		<comments>http://pinjambuku.wordpress.com/2010/08/25/s-a-k-i-t/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 10:20:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pinjambuku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pinjambuku.wordpress.com/?p=229</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini aku sakit. Tetap ke pabrik seperti biasa, seperti dua tahun lebih terakhir tanpa cuti dan bolos. Tapi entah kenapa, tadi pagi ada niat untuk tidak berangkat kerja. Benar2 tidak ingin melewati rute rutin berdebu jelaga asap motor dan pabrik dan kemacetan yang mampet. Tapi tetap saja aku berangkat, aku tak ingin membiakkan sakit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pinjambuku.wordpress.com&amp;blog=1177682&amp;post=229&amp;subd=pinjambuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini aku sakit. Tetap ke pabrik seperti biasa, seperti dua tahun lebih terakhir tanpa cuti dan bolos. Tapi entah kenapa, tadi pagi ada niat untuk tidak berangkat kerja. Benar2 tidak ingin melewati rute rutin berdebu jelaga asap motor dan pabrik dan kemacetan yang mampet. Tapi tetap saja aku berangkat, aku tak ingin membiakkan sakit dan menularkannya ke orang rumah.  Alangkah hidup tak banyak pilihan. Dan aku di sini, di pabrik ini, kesakitan, letih dengan sekian berita dan cerita. Jadi, siapakah yang sakit? Aku? Atau dunia?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pinjambuku.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pinjambuku.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pinjambuku.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pinjambuku.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pinjambuku.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pinjambuku.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pinjambuku.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pinjambuku.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pinjambuku.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pinjambuku.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pinjambuku.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pinjambuku.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pinjambuku.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pinjambuku.wordpress.com/229/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pinjambuku.wordpress.com&amp;blog=1177682&amp;post=229&amp;subd=pinjambuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pinjambuku.wordpress.com/2010/08/25/s-a-k-i-t/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi, Catatan Kaki</title>
		<link>http://pinjambuku.wordpress.com/2008/12/18/puisi-catatan-kaki/</link>
		<comments>http://pinjambuku.wordpress.com/2008/12/18/puisi-catatan-kaki/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2008 09:00:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pinjambuku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pinjambuku.wordpress.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA I Setiap kali duduk di meja kantin itu, selalu ia teringat pada sebait sajak, yang berkisah tentang kesepian dan perih yang menyelinap di antara orang-orang. Ia kesepian. Ia rindu pada rumah, rumah dan semua yang ada di kota asal yang harus ditinggalkannya. Ia rindu pada orang-orang dan suasana, pada sapaan dan tawa yang tumbuh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pinjambuku.wordpress.com&amp;blog=1177682&amp;post=187&amp;subd=pinjambuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">JAKARTA</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">I</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Setiap kali duduk di meja kantin itu, selalu ia teringat pada sebait sajak, yang berkisah tentang kesepian dan perih yang menyelinap di antara orang-orang. Ia kesepian. Ia rindu pada rumah, rumah dan semua yang ada di </span><span style="font-family:Verdana;">kota</span><span style="font-family:Verdana;"> asal yang harus ditinggalkannya. Ia rindu pada orang-orang dan suasana, pada sapaan dan tawa yang tumbuh di bibir setiap orang, pada ejekan dan makian yang hangat dan akrab, pada lamunan yang tak penting dan nostalgia yang terus berdering nyaring. Ia rindu pada sepi yang lain, bukan sepi yang beku di udara pendingin ruangan, bukan sepi mengering di panas matahari, bukan sepi yang terbakar oleh curiga dan dengki.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Ia kesepian setiap kali duduk di meja kantin itu, setiap duduk di ruang kerjanya, setiap malam menjelang tidur dan ketika ia terbangun kesiangan. Ia selalu bergegas dan kehabisan waktu untuk meresapi kesunyian hidupnya. Ia rindu sepi, yang melintas-lintas dan menggodanya untuk pergi, untuk pulang ke rumah lama yang telah ditinggalkannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Ia tahu, rumah itu telah hilang, </span><span style="font-family:Verdana;">kota</span><span style="font-family:Verdana;"> lama itu telah hilang, orang-orang itu telah lama berubah. </span><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Ia tahu rindunya bagai rindu pungguk merindukan bulan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Di kota ini, lampu-lampu berlomba di tempat terang, dan kegelapan menyembunyikan nista setiap orang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Ia kesepian. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pinjambuku.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pinjambuku.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pinjambuku.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pinjambuku.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pinjambuku.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pinjambuku.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pinjambuku.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pinjambuku.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pinjambuku.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pinjambuku.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pinjambuku.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pinjambuku.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pinjambuku.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pinjambuku.wordpress.com/187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pinjambuku.wordpress.com&amp;blog=1177682&amp;post=187&amp;subd=pinjambuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pinjambuku.wordpress.com/2008/12/18/puisi-catatan-kaki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surga dan Neraka</title>
		<link>http://pinjambuku.wordpress.com/2008/12/10/surga-dan-neraka/</link>
		<comments>http://pinjambuku.wordpress.com/2008/12/10/surga-dan-neraka/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 08:13:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pinjambuku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pinjambuku.wordpress.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika seorang manusia diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan Tuhannya dan berkata, &#8220;Tuhan ijinkan saya untuk dapat melihat seperti apakah Neraka dan Surga itu&#8221;. Kemudian Tuhan membimbing manusia itu menuju ke dua buah pintu dan kemudian membiarkannya melihat ke dalam. Di tengah ruangan terdapat sebuah meja bundar yang sangat besar, dan di tengahnya terdapat semangkok [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pinjambuku.wordpress.com&amp;blog=1177682&amp;post=181&amp;subd=pinjambuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:Tahoma;">Suatu ketika seorang manusia diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan Tuhannya dan berkata, &#8220;Tuhan ijinkan saya untuk dapat melihat seperti apakah Neraka dan Surga itu&#8221;. </span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Tahoma;">Kemudian Tuhan membimbing manusia itu menuju ke dua buah pintu dan kemudian membiarkannya melihat ke dalam.</span></p>
<p>Di tengah ruangan terdapat sebuah meja bundar yang sangat besar, dan di tengahnya terdapat semangkok sup yang beraroma sangat lezat yang membuat manusia tersebut mengalir air liurnya. <span style="font-size:14pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Meja tersebut dikelilingi orang-orang yang kurus yang tampak sangat kelaparan. </span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Orang-orang itu masing-masing memegang sebuah sendok yang terikat pada tangan masing-masing. Sendok tersebut cukup panjang untuk mencapai mangkok di tengah meja dan mengambil sup yang lezat tadi. </span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Tapi karena sendoknya terlalu panjang, mereka tidak dapat mencapai mulutnya dengan sendok tadi untuk memakan sup yang terambil. </span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Si Manusia tadi merinding melihat penderitaan dan kesengsaraan yang dilihatnya dalam ruangan itu. </span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Tuhan berkata, &#8220;Kamu sudah melihat NERAKA&#8221; </span><span style="font-family:Tahoma;" lang="SV"><br />
<span id="more-181"></span><br />
</span><span style="font-size:14pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Lalu mereka menuju ke pintu kedua yang ternyata berisi meja beserta sup dan orang-orang yang kondisinya persis sama dengan ruangan di pintu pertama. Perbedaannya, di dalam ruangan ini orang-orang tersebut berbadan sehat dan berisi dan mereka sangat bergembira di keliling meja tersebut. </span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Melihat keadaan ini si Manusia menjadi bingung dan berkata &#8220;Apa yang terjadi ? kenapa di ruangan yang kondisinya sama ini mereka terlihat lebih bergembira ?&#8221; </span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Tuhan kemudian menjelaskan, &#8220;Sangat sederhana, yang dibutuhkan hanyalah satu sifat baik&#8221;</span></p>
<p>&#8220;Perhatikan bahwa orang-orang ini dengan ikhlas menyuapi orang lain yang dapat dicapainya dengan sendok bergagang panjang, sedangkan di ruangan lain <strong>orang-orang yang serakah hanyalah memikirkan kebutuhan dirinya sendiri</strong>&#8220;</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;"><span style="font-size:14pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">[da</span><span style="font-size:14pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">ri sebuah milis]</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pinjambuku.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pinjambuku.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pinjambuku.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pinjambuku.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pinjambuku.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pinjambuku.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pinjambuku.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pinjambuku.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pinjambuku.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pinjambuku.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pinjambuku.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pinjambuku.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pinjambuku.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pinjambuku.wordpress.com/181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pinjambuku.wordpress.com&amp;blog=1177682&amp;post=181&amp;subd=pinjambuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pinjambuku.wordpress.com/2008/12/10/surga-dan-neraka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>5 Buku Puisi: Jalan Baru Penyair Penuh Nyali</title>
		<link>http://pinjambuku.wordpress.com/2008/09/17/5-buku-puisi-jalan-baru-penyair-penuh-nyali/</link>
		<comments>http://pinjambuku.wordpress.com/2008/09/17/5-buku-puisi-jalan-baru-penyair-penuh-nyali/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 09:09:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pinjambuku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pinjambuku.wordpress.com/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[“Love Talks to Love” Lama sudah abai pada puisi, rindu datang tinggal kenangan lama, tapi tak banyak, tak ada lagi, sajak yang mengharubiru seperti dulu. Lalu ketemu blalangkupukupu, katanya salah seorang jawara di rimba mailinglist dan aktivis dunia maya—yang tak cukup kupahami petanya yang jelas produktivitas dan dokumentasi puisi karyanya membuatku ragu untuk membacanya: aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pinjambuku.wordpress.com&amp;blog=1177682&amp;post=166&amp;subd=pinjambuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-family:Georgia;color:#333399;">“Love Talks to Love”</span></strong></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><br />
Lama sudah abai pada puisi, </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">rindu datang tinggal kenangan lama, </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">tapi tak banyak, tak ada lagi, sajak yang mengharubiru seperti dulu.<br />
Lalu ketemu blalangkupukupu, katanya salah seorang jawara di rimba mailinglist<br />
dan aktivis dunia maya—yang tak cukup kupahami petanya<br />
yang jelas produktivitas dan dokumentasi puisi karyanya<br />
membuatku ragu untuk membacanya: aku ragu pada diriku sendiri<br />
yang tak lagi punya nyali dengan puisi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Lalu ia, si blalangkupukupu itu, meluncurkan 5 buku puisinya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Gila!!! </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Siapa bilang puisi telah mati? </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Siapa bilang menerbitkan buku harus berbelit-belit<br />
dengan urusan teknis dan duniawi? Inilah puisi!<br />
Ayo, siapa berani membacanya? Siapa setia berkarya seperti dirinya?<br />
Siapa mau memberi bukti dan bukan promosi dan janji seperti iklan dan politisi?<br />
Mau jadi penyair? Bersyairlah!<br />
Mau jadi penulis? Menulislah, dan terbitkanlah</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">dengan berani dan penuh nyali!!!</span></p>
<p>Inilah dia:</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><a href="http://asharjunandar.wordpress.com/">blalangkupukupu: 5 antologi sajak</a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><br />
Dan ini adalah kutipan lengkap pengantar si penyair atas puisi-puisi:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span><span id="more-166"></span></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]-->&lt;!&#8211;  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Verdana; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:536871559 0 0 0 415 0;} @font-face 	{font-family:Georgia; 	panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:&#8221;"; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;; 	mso-fareast-font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;;} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} &#8211;&gt;</p>
<p><!--[if gte mso 10]&gt;--><br />
 /* Style Definitions */<br />
 table.MsoNormalTable<br />
	{mso-style-name:&#8221;Table Normal&#8221;;<br />
	mso-tstyle-rowband-size:0;<br />
	mso-tstyle-colband-size:0;<br />
	mso-style-noshow:yes;<br />
	mso-style-parent:&#8221;";<br />
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;<br />
	mso-para-margin:0cm;<br />
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;<br />
	mso-pagination:widow-orphan;<br />
	font-size:10.0pt;<br />
	font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;;}</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Lauching Pentalogi Sajak &#8220;Love talks to Love&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Dengan restu kasih-sayang Tuhan tubuh/jiwa saya, setelah perantaian</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">malam ke malam jahanam, akhirnya pentalogisajak &#8220;Love talks to</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Love&#8221; ini rampung saya kerjakan. Mengapa digagas dalam e-book</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">komersial, dan hanya akan dipasarkan lewat dunia maya?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Pentalogi ini merupakan jawaban atas suara-suara yang mulai dari sekedar</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">bisik-bisik tak tentu arah angin, cibiran, sampai teriakan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">terang-terangan yang sempat, dan yang terus menggaungkan keterpinggiran</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">sastra cyber sebagai sastra yang terbuang (red. tong sampah).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"><br />
Saya tidak terlalu memahami lekuk tubuh sejarah sastra cyber Indonesia</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">dan dunia. Tetapi di padang ilalang inilah saya lahir, hidup, dibesarkan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">nafas dan berkarya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Ini semacam pembelaan atas si terdakwa oleh mereka yang merasa berhak</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">menjadi hakim, jaksa penuntut, meski dimana bermula ketuk palu di meja</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">hakim itu dan pihak siapa yang berhak memenjarakan pihak mana, tidaklah</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">jelas dan logis bagi saya. Ini semacam sesi pembayaran utang anak kepada</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">ibunya, yang telah mendisribusikan ruh Sang Mahasajak<span> </span>ke dalam diri</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">saya, yang pasti tak akan pernah bisa terbayarkan, sampai kapanpun juga.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IT">Pentalogi ini terpecah menjadi lima mata rantai antologi. Satu,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IT">kakikakiangin, menguraikan tatal demi tatal cinta saya dengan seseorang,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IT">yang lebih banyak bertemu di dunia imajinasi saya, sampai dia pergi dari</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IT">babak hidup saya. Dua, Stick Billiard n Vodka, mendedahkan perjalanan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IT">gejolak batin saya dan seorang abang sedarah sewaktu kuliah di Bandung,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">dengan kerling betina-betina malamnya, yang jalang-menawan-memabukkan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Tiga, Sampiran, memundak misi filsafat inti cinta secara universal,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">berdasarkan perenungan mesin otak batin saya, setidaknya hingga saat</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">ini. Empat, Kupu-Kupu Bersayap Cinta, kepakan sayap cerita untuk mereka,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">para perempuan yang pernah singgah di kemarau jiwa saya. Lima, Sinopsis</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Musim Gugur, sapuan terakhir untuk babak hidup yang telah saya alami,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">setidaknya 26 tahun perjalanan lingkar tahun hidup ini, hendak tenggelam</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">terus di pusaran silam, atau detik ini juga kembali merangkakkan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">kaki-kaki jarum jamnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Secara keseluruhan, &#8220;Love talk to Love&#8221; ini, menggambarkan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">bagaimana memaknai cinta dari Sang Mahacinta yang ditiupkan dan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">dititipkan-Nya lewat ruh-ruh ciptaan-Nya, untuk lebih menghidupkan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">birahi hidup kita.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Kelima sekuens ini adalah percikan-percikan nyala api hidup saya yang</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">sempat saya rekam kerlip cahayanya, dan yang pasti, masih lebih banyak</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">yang terlupa. Ada sekitar 540-an sajak, yang mungkin bisa lebih, bisa</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">kurang karena penghitungan manual sekedip mata.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Seseorang yang saya merasa hidup di dalam dirinya dalam berkarya, dengan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">keriangan hati, telah menawarkan diri untuk memberikan pengantarnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Tapi, untuknya, bermilyar maaf saya pinta dan terimakasih yang</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">setulus-tulusnya, karena tidak akan anda dapati petikan pengantar</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">siapapun yang pernah anda kenal, baik itu nukilan basa-basi marketing,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">sangjung-puji klise, sebagaimana buku sajak umumnya, yang sudah ada.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Tiap ruas buku, saya kerjakan sendiri, baik proses penulisan, edit, tata</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">letak, hingga pengantar sesuai dengan misi ruh bukunya, selain untuk</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">beberapa gambar sampul yang saya berutang kepada orang yang tidak saya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">kenal, meski saya sudah mencoba mencarinya. Saat ini dan satu saat, saya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">pasti mengucapkan terimakasih yang tak terhingga untuk itu semua.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Ini adalah launching pertama buku saya, yang tidak akan anda dapati di</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">manapun juga, yang bersifat dunia fisik (nyata). </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IT">Di weblog saya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><a href="http://asharjunandar.wordpress.com/"><span lang="IT">http://asharjunandar.wordpress.com</span></a></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IT"> &lt;</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><a href="http://asharjunandar.wordpress.com/"><span lang="IT">http://asharjunandar.wordpress.com/</span></a></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IT">&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">adalah satu-satunya ruang yang bisa anda datangi untuk menyaksikan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">hirup-pikuknya kelima buku ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Masing-masing saya hargai 15.ooo rupiah untuk tiap buku, atau bila</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">pemesanan sekaligus kelimanya, anda hanya perlu mengocek 50.000 ribu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">dari kantong anda sebagai bonus, yang bisa anda pesan hanya lewat blog</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><a href="http://asharjunandar.wordpress.com/"><span lang="SV">http://asharjunandar.wordpress.com</span></a></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"> &lt;</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><a href="http://asharjunandar.wordpress.com/"><span lang="SV">http://asharjunandar.wordpress.com/</span></a></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">atau alamat email </span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:#333399;"><a href="mailto:blalang_kupukupu@yahoo.com">blalang_kupukupu@yahoo.com</a> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">atau satu-satunya nomor</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">telepon 081382185125. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Selambat-lambatnya, 2 hari dari pemberitahuan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">anda, buku itu sampai ke<span> </span>tangan e-mail Anda. Dengan penstransferan uang</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">pembelian terlebih dulu ke nomor rekening bank Mandiri cab.Pulogadung:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">1250007281553 a.n.<span> </span>ASHAR JUNANDAR NASUTION</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"><br />
Untuk sekedar larak-lirik sajak, diskusi, kritik-saran, atau segalanya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">yang ingin anda tahu tentang pentalogisajak &#8220;Love talk to Love&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">silakan mampir di ruang Guest Book<span> </span>weblog saya, email atau langsung</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">mendaratkan pesan ke nomor telepon genggam saya, dengan senang hati,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">saya puaskan birahi keingin-tahuan anda sampai titik orgasmenya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Sujud terimakasih saya yang tak terhingga untuk yang sangat layak dan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">sama sekali tidak layak dikecup oleh limau bibir terimakasih saya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"><br />
Salam puisi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"><br />
Ashar Junandar</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">blalang_kupukupu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Just Poets Your Life</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pinjambuku.wordpress.com/166/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pinjambuku.wordpress.com/166/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pinjambuku.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pinjambuku.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pinjambuku.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pinjambuku.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pinjambuku.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pinjambuku.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pinjambuku.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pinjambuku.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pinjambuku.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pinjambuku.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pinjambuku.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pinjambuku.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pinjambuku.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pinjambuku.wordpress.com/166/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pinjambuku.wordpress.com&amp;blog=1177682&amp;post=166&amp;subd=pinjambuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pinjambuku.wordpress.com/2008/09/17/5-buku-puisi-jalan-baru-penyair-penuh-nyali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Suatu Hari Ketika Aku Rindu Jogja</title>
		<link>http://pinjambuku.wordpress.com/2008/09/10/suatu-hari-ketika-aku-rindu-jogja/</link>
		<comments>http://pinjambuku.wordpress.com/2008/09/10/suatu-hari-ketika-aku-rindu-jogja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 06:56:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pinjambuku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Surat]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pinjambuku.wordpress.com/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;maka pada suatu pagi hari ia ingin sekali menangis sambil berjalan tunduk di bawah hujan rintik-rintik&#8211;SDD&#8221; Selalu, setiap membaca tentang Jogja, aku jadi kangen. Ya, seberubah apapun kota itu, ada banyak hal yang membuat aku tak bisa benar-benar melupakannya. Sekali ini, aku membaca kembali tentang keraton. Tentang para penghuni tanah magersari. Berbeda dengan kasus pemerintahan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pinjambuku.wordpress.com&amp;blog=1177682&amp;post=151&amp;subd=pinjambuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="SV">&#8220;maka pada suatu pagi hari ia ingin sekali menangis sambil berjalan tunduk di bawah hujan rintik-rintik&#8211;SDD&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Selalu, setiap membaca tentang Jogja, aku jadi kangen. Ya, seberubah apapun kota itu, ada banyak hal yang membuat aku tak bisa benar-benar melupakannya. </span><span lang="IT">Sekali ini, aku membaca kembali tentang keraton. Tentang para penghuni tanah <a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/09/10/10473994/.turun-temurun.menggapai.kasih.keraton">magersari</a>. Berbeda dengan kasus pemerintahan, tentang status keistimewaan dan jabatan gubernur yang tidak jelas juntrungnya, keseharian orang-orang biasa dalam cerita itu membuat aku kembali merindukan Jogja. Aku rindu pada kehidupan yang biasa-biasa saja, yang sederhana, yang penuh persaudaraan dan cinta.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--></span><span id="more-151"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Masyarakat biasa yang hidup di lingkungan njeron beteng itu sesungguhnya hidup dalam keterbatasan. Dengan tinggal berhimpit-himpit di antara lorong-lorong kecil di belakang rumah besar para kerabat keraton, kondisi fisik pemukiman mereka tidak jauh berbeda dengan lingkungan marjinal di kota-kota besar lainnya. Tapi, kampung marjinal di Jogja jelas berbeda. </span><span lang="SV">Selalu ada nuansa kerukunan dan kultural yang bisa aku dapatkan setiap kali menyusurinya.</span></p>
<p>Bahkan meski semua itu seringkali tinggal imajinasi atau citra, ketika aku menemukan realitas yang jauh berubah dan berbeda di hari-hari terakhirku di ogja, tetap saja aku merindukannya. Ya, perubahan besar di kota itu dan hidupku membuat aku harus pergi ke Jakarta. Hampir tiga bulan sudah kutinggalkan Jogja, masa paling lama aku tidak menghirup udara Jogja dalam lima belas tahun terakhir. Aku bahkan masih terheran-heran dengan kepergianku dari Jogja, berlanjut dengan rasa takjub betapa aku tidak punya keinginan untuk sejenak kembali ke sana, entah di akhir minggu atau akhir bulan. Alangkah ajaibnya hidup. Diberinya aku kekuatan untuk pergi dan dihilangkannya keinginan untuk kembali.</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Begitulah, hidup seakan berjalan dengan wajar. Seakan perubahan yang menjadi keniscayaan membuat perjalanan waktu mengalir lancar, dan aku tinggal menjalaninya saja, apa adanya. Dan aku larut dalam kehidupan kerja di Jakarta. Dan Jogja larut tinggal menjadi kenangan. Dan tiba-tiba aku temukan diriku terbangun di suatu pagi di hari Sabtu yang gaib. Hari ketika kutemukan diriku berurai air mata tanpa tahu sebabnya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Aku mencoba menelisik benak dan batinku, otak dan jiwaku. Apakah ada yang tidak beres dalam hidupku? Tidak, semua baik-baik saja. Kecuali bahwa aku kini sendiri. Tak ada orang-orang tercinta, tak ada kawan, tak ada handai taulan. Kecuali bahwa aku kini setiap hari berangkat ke kantor, bekerja, melakukan sesuatu yang selama ini di luar idealisme dan akal sehatku: menonton televisi. Tapi semua itu sudah aku pilih. Semua itu aku jalani dengan penuh kesadaran. Jadi apa yang membuat aku bertemu dengan pagi di hari Sabtu yang ganjil itu? Barangkali semua perubahan itulah penyebabnya. Tapi rasa sentimentil dalam diriku lebih berdamai ketika aku bilang kepada diriku sendiri: kau tidak bisa menipu diri sendiri, kau tidak bisa berpaling dari kebenaran yang sembunyi di dadamu, kau harus menerimanya: kau cinta Jogja dan merindukannya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Begitulah. Tak setiap hidup bisa dihadapi dengan logika. Apalagi cinta. Tapi tak setiap yang di luar logika tidak bisa kita selesaikan dengan akal sehat. Hanya bagaimana kita menemukan keseimbangan sehingga semua bisa bersinergi untuk hidup yang lebih baik. Ya, Sabtu yang ajaib itu memberi pelajaran (ulang) untukku: menutup dan menekan perasaan sendiri bukanlah tindakan yang dianjurkan untuk kesehatan jiwa. Jujurlah dan berbaiklah bahkan pada bagian yang paling cengeng dan tidak bermutu dari dirimu, jalani dengan kewajaran tapi waras daripada main gila dan jadi gila beneran.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Lalu, di hari yang sama, aku temukan sebuah majalah lama. Di sana termuat satu artikel tentang jagat raya, tentang perjalanan waktu dan betapa bumi ini tidak lebih dari sebutir debu. Apalah lagi dengan Jogja? Bagaimana pula dengan diriku sendiri. Alangkah semuanya hanya sebiji zarah di hadapan Allah.</span></p>
<p>Ketika itu, aku jadi teringat dengan ”Manuskrip Celestin” dan ”Sang Alkemis”, pada berlakunya daya buana atau energi semesta. Ketika aku berpasrah pada kenyataan betapa aku kangen Jogja, setelahnya diberinya aku terang betapa semua itu bukanlah apa-apa. Begitulah, setelah itu aku jadi bisa tertawa, menertawakan diri sendiri tepatnya, dan berdamai dengan dunia.</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Apapun, rasa kangen dan cinta, dan harapan untuk bertemu kembali dengan seseorang (dan Jogja), meski tidak nyata, meski imajinatif, memang bisa menyalakan daya hidup kita. Semoga jadi nyala yang positif dan bukan membikin hangus!</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pinjambuku.wordpress.com/151/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pinjambuku.wordpress.com/151/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pinjambuku.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pinjambuku.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pinjambuku.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pinjambuku.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pinjambuku.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pinjambuku.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pinjambuku.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pinjambuku.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pinjambuku.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pinjambuku.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pinjambuku.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pinjambuku.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pinjambuku.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pinjambuku.wordpress.com/151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pinjambuku.wordpress.com&amp;blog=1177682&amp;post=151&amp;subd=pinjambuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pinjambuku.wordpress.com/2008/09/10/suatu-hari-ketika-aku-rindu-jogja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencari Jalan Hidup, Menemu Pilihan-Pilihan</title>
		<link>http://pinjambuku.wordpress.com/2008/08/27/mencari-jalan-hidup-menemu-pilihan-pilihan/</link>
		<comments>http://pinjambuku.wordpress.com/2008/08/27/mencari-jalan-hidup-menemu-pilihan-pilihan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 08:43:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pinjambuku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pinjambuku.wordpress.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan yang paling hakiki adalah apa yang kita cari dalam kehidupan yang singkat ini? Semua orang ingin bahagia. Tetapi banyak yang tidak tahu bagaimana cara mencapainya…. Dalam perjalanan hidup saya, banyak saya jumpai orang-orang yang merasa tidak bahagia dengan pekerjaan mereka. Ketika diminta untuk menjadi pembicara di kampus-kampus, saya juga menemukan banyak mahasiswa yang tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pinjambuku.wordpress.com&amp;blog=1177682&amp;post=138&amp;subd=pinjambuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Verdana; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:536871559 0 0 0 415 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:21.0cm 842.0pt; 	margin:77.95pt 72.0pt 72.0pt 77.95pt; 	mso-header-margin:35.45pt; 	mso-footer-margin:35.45pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Pertanyaan yang paling hakiki adalah apa yang kita cari dalam kehidupan yang singkat ini? Semua orang ingin bahagia. Tetapi banyak yang tidak tahu bagaimana cara mencapainya….</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Dalam perjalanan hidup saya, banyak saya jumpai orang-orang yang merasa tidak bahagia dengan pekerjaan mereka. Ketika diminta untuk menjadi pembicara di kampus-kampus, saya juga menemukan banyak mahasiswa yang tidak happy dengan jurusan yang mereka tekuni sekarang….</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Karena itu, beruntunglah mereka yang saat ini bekerja di bidang yang dicintainya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Bidang yang membuat mereka begitu bersemangat, begitu gembira dalam menikmati hidup. Berbahagialah mereka yang menikmati pekerjaannya. Berbahagialah mereka yang sudah mencapai taraf bekerja adalah berekreasi. Sebab mereka sudah menemukan lentera jiwa mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Sebuah artikel inspiratif dari <a href="http://www.kickandy.com/">Andy F. Noya</a>. Tentu saja, cerita ini terasa indah karena disampaikan oleh seseorang yang telah mencapai kesuksesan. Bisa jadi ini malah menjerumuskan untuk kita, orang-orang kecil yang masih harus terus menjadi pejalan jauh. Tapi, tak ada yang tak mungkin dalam hidup. Mari kita mulai dengan menjadi pembaca yang baik, murid budiman&#8230;<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]-->&lt;!&#8211;[if !mso]&gt; &lt;!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &#8211;&gt; <!--[endif]--><!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:21.0cm 842.0pt; 	margin:77.95pt 72.0pt 72.0pt 77.95pt; 	mso-header-margin:35.45pt; 	mso-footer-margin:35.45pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} --> <!--[endif]--></p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;"><strong><span style="font-size:14pt;"><br />
</span><a href="http://www.kickandy.com/index.php?ar_id=MTEzOA==">Lentera Jiwa</a></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><br />
</span>oleh: Andy F. Noya</strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong></strong><strong></strong><span id="more-138"></span></p>
<p>Banyak yang bertanya mengapa saya mengundurkan diri sebagai pemimpin redaksi Metro TV. Memang sulit bagi saya untuk meyakinkan setiap orang yang bertanya bahwa saya keluar bukan karena ‘pecah kongsi’ dengan Surya Paloh, bukan karena sedang marah atau bukan dalam situasi yang tidak menyenangkan. Mungkin terasa aneh pada posisi yang tinggi, dengan ‘power’ yang luar biasa sebagai pimpinan sebuah stasiun televisi berita, tiba-tiba saya mengundurkan diri.</p>
<p><span lang="SV">Dalam perjalanan hidup dan karir, dua kali saya mengambil keputusan sulit. Pertama, ketika saya tamat STM. Saya tidak mengambil peluang beasiswa ke IKIP Padang. Saya lebih memilih untuk melanjutkan ke Sekolah Tinggi Publisistik di Jakarta walau harus menanggung sendiri beban uang kuliah. Kedua, ya itu tadi, ketika saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari Metro TV.</span></p>
<p><span lang="SV">Dalam satu seminar, Rhenald Khasali, penulis buku Change yang saya kagumi, sembari bergurau di depan ratusan hadirin mencoba menganalisa mengapa saya keluar dari Metro TV. ‘’Andy ibarat ikan di dalam kolam. Ikannya terus membesar sehingga kolamnya menjadi kekecilan. Ikan tersebut terpaksa harus mencari kolam yang lebih besar.’’ </span></p>
<p><span lang="SV">Saya tidak tahu apakah pandangan Rhenald benar. Tapi, jujur saja, sejak lama saya memang sudah ingin mengundurkan diri dari Metro TV. Persisnya ketika saya membaca sebuah buku kecil berjudul Who Move My Cheese.Bagi Anda yang belum baca, buku ini bercerita tentang dua kurcaci. Mereka hidup dalam sebuah labirin yang sarat dengan keju. Kurcaci yang satu selalu berpikiran suatu hari kelak keju di tempat mereka tinggal akan habis. Karena itu, dia selalu menjaga stamina dan kesadarannya agar jika keju di situ habis, dia dalam kondisi siap mencari keju di tempat lain. Sebaliknya, kurcaci yang kedua, begitu yakin sampai kiamat pun persediaan keju tidak akan pernah habis.</span></p>
<p><span lang="SV">Singkat cerita, suatu hari keju habis. Kurcaci pertama mengajak sahabatnya untuk meninggalkan tempat itu guna mencari keju di tempat lain. Sang sahabat menolak. Dia yakin keju itu hanya ‘dipindahkan’ oleh seseorang dan nanti suatu hari pasti akan dikembalikan. Karena itu tidak perlu mencari keju di tempat lain. Dia sudah merasa nyaman. Maka dia memutuskan menunggu terus di tempat itu sampai suatu hari keju yang hilang akan kembali. Apa yang terjadi, kurcaci itu menunggu dan menunggu sampai kemudian mati kelaparan. Sedangkan kurcaci yang selalu siap tadi sudah menemukan labirin lain yang penuh keju. Bahkan jauh lebih banyak dibandingkan di tempat lama.</span></p>
<p><span lang="SV">Pesan moral buku sederhana itu jelas: jangan sekali-kali kita merasa nyaman di suatu tempat sehingga lupa mengembangkan diri guna menghadapi perubahan dan tantangan yang lebih besar. Mereka yang tidak mau berubah, dan merasa sudah nyaman di suatu posisi, biasanya akan mati digilas waktu.</span></p>
<p><span lang="SV">Setelah membaca buku itu, entah mengapa ada dorongan luar biasa yang menghentak-hentak di dalam dada. Ada gairah yang luar biasa yang mendorong saya untuk keluar dari Metro TV. Keluar dari labirin yang selama ini membuat saya sangat nyaman karena setiap hari ‘keju’ itu sudah tersedia di depan mata. Saya juga ingin mengikuti ‘lentera jiwa’ saya. Memilih arah sesuai panggilan hati. Saya ingin berdiri sendiri.</span></p>
<p><span lang="SV">Maka ketika mendengar sebuah lagu berjudul ‘Lentera Jiwa’ yang dinyanyikan Nugie, hati saya melonjak-lonjak. Selain syair dan pesan yang ingin disampaikan Nugie dalam lagunya itu sesuai dengan kata hati saya, sudah sejak lama saya ingin membagi kerisauan saya kepada banyak orang.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Dalam perjalanan hidup saya, banyak saya jumpai orang-orang yang merasa tidak bahagia dengan pekerjaan mereka. Bahkan seorang kenalan saya, yang sudah menduduki posisi puncak di suatu perusahaan asuransi asing, mengaku tidak bahagia dengan pekerjaannya. Uang dan jabatan ternyata tidak membuatnya bahagia. Dia merasa ‘lentera jiwanya’ ada di ajang pertunjukkan musik. Tetapi dia takut untuk melompat. Takut untuk memulai dari bawah. Dia merasa tidak siap jika kehidupan ekonominya yang sudah mapan berantakan. Maka dia menjalani sisa hidupnya dalam dilema itu. Dia tidak bahagia. </span></p>
<p><span lang="SV">Ketika diminta untuk menjadi pembicara di kampus-kampus, saya juga menemukan banyak mahasiswa yang tidak happy dengan jurusan yang mereka tekuni sekarang. Ada yang mengaku waktu itu belum tahu ingin menjadi apa, ada yang jujur bilang ikut-ikutan pacar (yang belakangan ternyata putus juga) atau ada yang karena solider pada teman. Tetapi yang paling banyak mengaku jurusan yang mereka tekuni sekarang &#8212; dan membuat mereka tidak bahagia &#8212; adalah karena mengikuti keinginan orangtua.</span></p>
<p>Dalam episode Lentera Jiwa (tayang Jumat 29 dan Minggu 31 Agustus 2008), kita dapat melihat orang-orang yang berani mengambil keputusan besar dalam hidup mereka. Ada Bara Patirajawane, anak diplomat dan lulusan Hubungan Internasional, yang pada satu titik mengambil keputusan drastis untuk berbelok arah dan menekuni dunia masak memasak. Dia memilih menjadi koki. Pekerjaan yang sangat dia sukai dan menghantarkannya sebagai salah satu pemandu acara masak-memasak di televisi dan kini memiliki restoran sendiri. <span lang="SV">‘’Saya sangat bahagia dengan apa yang saya kerjakan saat ini,’’ ujarnya. Padahal, orangtuanya menghendaki Bara mengikuti jejak sang ayah sebagai dpilomat.</span></p>
<p><span lang="SV">Juga ada Wahyu Aditya yang sangat bahagia dengan pilihan hatinya untuk menggeluti bidang animasi. Bidang yang menghantarkannya mendapat beasiswa dari British Council. Kini Adit bahkan membuka sekolah animasi. Padahal, ayah dan ibunya lebih menghendaki anak tercinta mereka mengikuti jejak sang ayah sebagai dokter.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Simak juga bagaimana Gde Prama memutuskan meninggalkan posisi puncak sebuah perusahaan jamu dan jabatan komisaris di beberapa perusahaan. Konsultan manajemen dan penulis buku ini memilih tinggal di Bali dan bekerja untuk dirinya sendiri sebagai public speaker. </span></p>
<p><span lang="SV">Pertanyaan yang paling hakiki adalah apa yang kita cari dalam kehidupan yang singkat ini? Semua orang ingin bahagia. Tetapi banyak yang tidak tahu bagaimana cara mencapainya.</span></p>
<p><span lang="SV">Karena itu, beruntunglah mereka yang saat ini bekerja di bidang yang dicintainya. Bidang yang membuat mereka begitu bersemangat, begitu gembira dalam menikmati hidup. ‘’Bagi saya, bekerja itu seperti rekreasi. Gembira terus. Nggak ada capeknya,’’ ujar Yon Koeswoyo, salah satu personal Koes Plus, saat bertemu saya di kantor majalah Rolling Stone. Dalam usianya menjelang 68 tahun, Yon tampak penuh enerji. Dinamis. Tak heran jika malam itu, saat pementasan Earthfest2008, Yon mampu melantunkan sepuluh lagu tanpa henti. Sungguh luar biasa. ‘’Semua karena saya mencintai pekerjaan saya. Musik adalah dunia saya. Cinta saya. Hidup saya,’’ katanya.</span></p>
<p><span lang="SV">Berbahagialah mereka yang menikmati pekerjaannya. Berbahagialah mereka yang sudah mencapai taraf bekerja adalah berekreasi. Sebab mereka sudah menemukan lentera jiwa mereka. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><a href="http://www.kickandy.com/index.php?ar_id=MTEzOA">http://www.kickandy.com/index.php?ar_id=MTEzOA</a>==</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pinjambuku.wordpress.com/138/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pinjambuku.wordpress.com/138/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pinjambuku.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pinjambuku.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pinjambuku.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pinjambuku.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pinjambuku.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pinjambuku.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pinjambuku.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pinjambuku.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pinjambuku.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pinjambuku.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pinjambuku.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pinjambuku.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pinjambuku.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pinjambuku.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pinjambuku.wordpress.com&amp;blog=1177682&amp;post=138&amp;subd=pinjambuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pinjambuku.wordpress.com/2008/08/27/mencari-jalan-hidup-menemu-pilihan-pilihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CITA-CITA ANAK KITA</title>
		<link>http://pinjambuku.wordpress.com/2008/08/16/cita-cita-anak-kita/</link>
		<comments>http://pinjambuku.wordpress.com/2008/08/16/cita-cita-anak-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 07:54:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pinjambuku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pinjambuku.wordpress.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Berhala Materi: Pendidikan dalam Penjara Profesi &#8220;&#8230; belajar agama hanya berguna untuk mereka yang ingin menjadi agamawan atau hanya berguna untuk kehidupan di akhirat&#8230;&#8221; “Susan, Susan, Susan. Kalau gede, mau jadi apa?” Demikian sebuah lagu anak-anak yang sangat populer sekian tahun lalu. Lagu itu tidak banyak lagi dinyanyikan kini, tapi pertanyaan yang muncul dalam lagu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pinjambuku.wordpress.com&amp;blog=1177682&amp;post=88&amp;subd=pinjambuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;">Berhala Materi: </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;">Pendidikan dalam Penjara Profesi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8220;&#8230; belajar agama hanya berguna untuk mereka yang ingin menjadi agamawan atau hanya berguna untuk kehidupan di akhirat&#8230;&#8221;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">“Susan, Susan, Susan. Kalau gede, mau jadi apa?” Demikian sebuah lagu anak-anak yang sangat populer sekian tahun lalu. Lagu itu tidak banyak lagi dinyanyikan kini, tapi pertanyaan yang muncul dalam lagu tersebut terus berulang jadi kalimat standar dalam percakapan antara orang dewasa dan anak-anak yang baru mereka kenal. Jauh sebelum lagu itu diciptakan dan akan hidup entah sampai kelak kapan, pertanyaan tentang cita-cita dan minat anak-anak akan dunia orang dewasa menjadi bahasan terpenting di semua lapisan sosial.<span id="more-88"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Dalam pemikiran orang dewasa, pertanyaan tersebut cukup sederhana. Jawaban yang muncul kemudian juga sangat sederhana. Jadi dokter, atau tentara, atau presiden, atau guru, atau insinyur, dan pekerjaan-pekerjaan standar lainnya. Tentu saja, semua jawaban itu lebih banyak berasal dari orang dewasa yang ada di sekitar si anak kecil, entah orang tua, kakek dan neneknya, atau saudara dan teman-teman orang tua mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Apakah kehidupan masa kini mengubah pandangan masyarakat atas profesi-profesi standar yang diandaikan dapat menjamin masa depan anak-anak mereka? Rasanya tidak. Setiap orang tua biasanya mengarahkan anak-anak mereka untuk memiliki cita-cita umum untuk memilih profesi-profesi standar seperti dokter, tentara, pilot, dan pejabat negara. Mungkin dengan tambahan profesi impian khas masyarakat korban media, yakni sebagai artis sinetron atau penyanyi—yang diandaikan sebagai pekerjaan yang penuh dengan uang dan kemewahan, yang dapat dijangkau dengan jalan pintas yang sangat cepat sebagaimana banyak digambarkan dalam beraneka kontes adu bakat dan adu nekat yang diadakan oleh stasiun-stasiun televisi kita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Mengapa tidak ada anak atau orang tua yang mengarahkan anaknya sejak kecil untuk memiliki cita-cita sebagai pengusaha atau pedagang, pelaut atau petani, atau jenis-jenis pekerjaan alternatif lainnya? Padahal, <em>enterpreneur</em> pengusaha atau pedagang memiliki posisi yang sangat penting untuk memaksimalkan jumlah penduduk yang luar biasa besar baik sebagai buruh ataupun konsumen. Demikian juga dengan peran pelaut dan petani untuk mengeksplorasi kekayaan alam Indonesia sebagai negara agraris sekaligus maritim.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Jalan pintas dan penekanan pada hasil berupa materi yang kasat mata. Inilah strategi utama pemerintahan Orde Baru untuk menancapkan pengaruhnya di atas rezim lama yang ditumbangkannya. Jika pada era Soekarno kehidupan material rakyat Indonesia hancur lebur, maka Soeharto mencitrakan diri sebagai pemimpin baru yang lebih baik dengan melaksanaan program-program ekonomi yang bersifat instan. Penanaman modal asing masuk secara luar biasa besar, hutang luar negeri yang tak terkendali, sampai beraneka program intensifikasi pertanian yang menekankan pada hasil swasembada pangan, tepatnya beras, namun mengabaikan munculnya ketergantungan sistem pertanian dan punahnya bibit-bibit unggul lokal dan keragaman pangan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Ideologi baru tersebut merambah ke segala lini kehidupan bangsa Indonesia. Segala cara ditempuh oleh pemerintah untuk menumbuhkan ideologi baru ini, mulai dari pemberangusan demokrasi, seni dan budaya, bahkan agama—dalam bentuk penetapan lima agama resmi yang diakui di Indonesia. Tidak bisa tidak, tiga dekade pemerintahan Soeharto lebih dari cukup untuk menjadikan ideologi pembangunan tersebut sebagai pandangan hidup yang mengakar kuat dan mendarah daging dalam pola pikir setiap manusia Indonesia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Tujuan menghalalkan cara. Inilah ideologi yang oleh rezim Soeharto ditasbihkan kepada musuh politik yang ditumpasnya, yakni PKI. Akan tetapi, prinsip yang menekankan pada hasil akhir dan menafikan proses tersebut nyatanya menjadi sistem utama pemerintahan Soeharto selama lebih dari tiga dekade.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Sistem pendidikan menjadi salah satu agenda utama pemerintahan Orde Baru untuk mematikan pemikiran kritis yang menyempal dari ideologi penguasa. Pengendalian dan pengawasan ketat di bidang pendidikan ini memunculkan pola pembelajaran tertutup, yang mengedepankan hafalan dan teori, menjauh dari membuka cakrawala pemikiran untuk mengembangkan kecerdasan dan kearifan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Tidak aneh jika setiap upaya belajar anak-anak dilekati dengan stigma-stigma yang mematikan kreativitas. Sebagai contoh, belajar menggambar hanya berguna untuk mereka yang ingin jadi pelukis. Dan karena menjadi seniman bukanlah profesi yang masuk dalam kategori menjamin kesuksesan secara materi, bidang ini hanya sambil lalu diajarkan di masa taman kanak-kanak atau maksimal sekolah dasar. Padahal, jika kita mau menyimak lebih jauh, pelajaran ini memiliki kelebihan mengajarkan kemampuan mengolah penguasaan garis, bidang, dan warna, juga intuisi dan rasa, aspek-aspek yang jelas dibutuhkan bukan saja untuk menjadi seniman, tetapi juga untuk beraneka profesi lain dan bahkan untuk menjalani kehidupan nyata dalam arti yang seluas-luasnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Belajar membaca dan menulis puisi dan sastra dianggap hanya akan menjerumuskan anak menjadi penyair atau sastrawan, profesi yang diidentikkan dengan kehidupan bohemian khas seniman di masa lalu. Tak aneh jika kemudian negeri ini, sebagaimana dikemukakan sastrawan Taufik Ismail, adalah bangsa yang buta sastra. Sementara, Seno Gumira Ajidarma menyatakan kemampuan membaca dan menulis di negeri ini sekadar untuk membaca iklan lowongan dan menulis lamaran pekerjaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Bisa jadi, kemampuan membaca dan menulis sebagian besar kaum terpelajar bangsa jauh lebih parah dari itu. Alih-alih memiliki budaya kritis, sebagai bagian yang timbal-balik dari kemampuan membaca dan menulis, sekadar menulis lamaran pekerjaan dan riwayat hidup atau <em>curriculum vitae</em>-pun harus mencontek dari buku, sebagaimana tampak pada maraknya beraneka versi buku panduan mencari pekerjaan semacam ini. Padahal, mereka yang berhasil mengoptimalkan kemampuan ini menjadi penulis yang berlimpah penghasilan dan dihormati, sebagaimana mengemuka dalam diri Andrea Hirata penulis tetralogi <em>Laskar Pelangi</em>, Habiburrahman El Syirazy penulis <em>Ayat-Ayat Cinta</em>, dan masih banyak penulis lain yang tidak banyak mendapat sorotan media seperti kedua penulis fenomenal tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Hal-hal yang berkaitan dengan seni dan budaya memang masih menjadi aspek yang diabaikan dalam proses modernisasi di negeri ini. Modern berarti kehidupan material dan apa yang tampak, berupa pembangunan infrastruktur dan ekonomi ala Orde Baru. Sementara itu, seni dan budaya berhenti sekadar sebagai slogan. Lebih parah lagi, slogan yang ditempatkan sebagai tinggalan masa lalu yang hanya pantas dilap-lap dan dilestarikan dalam almari kaca, menjadi sekadar atraksi atau suvenir untuk para turis.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Pemerintahan Orde Baru dikenal merambah ke seluruh segi kehidupan rakyatnya. Bukan hanya pada penguasaan atas kendali pemerintahan dan kekayaan alam saja, tetapi bahkan merambah ke kehidupan keluarga, antara lain pada proses pemaksaan program keluarga berencana. Demikian juga dalam proses pendidikan tertutup yang tidak hanya berlaku di bidang seni dan budaya. Pengembangan kepribadian dan kemandirian yang menjadi spirit gerakan kepanduan, misalnya, berubah menjadi bentuk pemaksaan kedisplinan khas militer. Demikian juga dengan pelatihan kemampuan wirausaha yang identik dengan koperasi dan kemampuan di bidang olah raga mengarah pada pembentukan seorang anak untuk menjadi atlet.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Zaman memang telah berubah. Orde Baru telah berganti dengan era reformasi, yang bahkan sudah mulai dibenci oleh rakyat yang terimpit dengan beraneka kesulitan hidup. Akan tetapi, sistem pendidikan dan pola pikir telah terlanjur mengakar dan menjadi bagian utuh dari bangsa kita. Disadari atau tidak, seluruh segi kehidupan bangsa ini masih memiliki pola yang sama, mengukur kesuksesan berdasarkan materi dan menjauhkan diri dari pikiran yang terbuka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Bisa jadi, pola pikir yang demikian ini juga berlaku dalam pendidikan agama. Bahwa belajar agama hanya berguna untuk mereka yang ingin menjadi agamawan atau hanya berguna untuk kehidupan di akhirat. Demikian juga dengan penanaman nilai-nilai budi pekerti dan adat dan budaya, bisa jadi dinilai sebagai arahan untuk menuju kehidupan di masa lampau. Sebagaimana tampak pada kasus standar nilai kelulusan ujian nasional yang memunculkan kecurangan-kecurangan, standar kesuksesan hidup berdasarkan besarnya kekayaan menumbuhkan budaya korupsi di berbagai bidang kehidupan. Jika yang terjadi memang demikian, jangan heran jika degradasi moral dan sosial semakin merajalela di negeri ini. Dan, keruntuhan bangsa ini tinggal menunggu waktu, bahkan segera menjadi nyata.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pinjambuku.wordpress.com/88/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pinjambuku.wordpress.com/88/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pinjambuku.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pinjambuku.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pinjambuku.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pinjambuku.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pinjambuku.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pinjambuku.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pinjambuku.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pinjambuku.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pinjambuku.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pinjambuku.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pinjambuku.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pinjambuku.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pinjambuku.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pinjambuku.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pinjambuku.wordpress.com&amp;blog=1177682&amp;post=88&amp;subd=pinjambuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pinjambuku.wordpress.com/2008/08/16/cita-cita-anak-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidup Indah Penuh Makna</title>
		<link>http://pinjambuku.wordpress.com/2008/07/14/hidup-indah-penuh-makna/</link>
		<comments>http://pinjambuku.wordpress.com/2008/07/14/hidup-indah-penuh-makna/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 10:47:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pinjambuku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pinjambuku.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: Cherish Every Moment, Menikmati Hidup yang Indah Setiap Saat Penulis : Arvan Pradiansyah Penerbit : Elex Media Komputindo Cetakan : 1, 2007 Tebal : xxii + 322 halaman “Betapa tidak terberkahi hidup dalam kecemasan. Setiap orang harus berjuang menguak ketakutannya.” Alangkah banyak hal dari diri kita yang membenarkan pernyataan yang sangat tajam dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pinjambuku.wordpress.com&amp;blog=1177682&amp;post=113&amp;subd=pinjambuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku: Cherish Every Moment, Menikmati Hidup yang Indah Setiap Saat<br />
Penulis 	: Arvan Pradiansyah<br />
Penerbit 	: Elex Media Komputindo<br />
Cetakan 	: 1, 2007<br />
Tebal 	: xxii + 322 halaman</p>
<p>“Betapa tidak terberkahi hidup dalam kecemasan. Setiap orang harus berjuang menguak ketakutannya.” Alangkah banyak hal dari diri kita yang membenarkan pernyataan yang sangat tajam dan menohok dari Seno Gumira Ajidarma, sastrawan terkemuka Indonesia, dalam novelnya, Negeri Senja ini. Kita tiada hentinya berusaha meraih kebahagiaan, menemukan ketentraman, mencapai hidup yang indah dan damai. Kita ingin selalu berhasil untuk setiap usaha kita, ingin mendapatkan semua yang kita inginkan. Tapi semakin keras usaha kita, rasanya harapan kita makin jauh, kegagalan pun mendekati. Kita menjadi cemas dan takut. Dan hidup kita pun tiada terberkahi.<span id="more-113"></span></p>
<p>Alangkah banyak hal dari hidup yang kita cemaskan, yang kita takutkan. Kita cemas dan takut kepada Tuhan, pada dosa dan neraka yang mengikutinya. Kita cemas pada kondisi keuangan kita, takut dipecat dan jadi pengangguran. Kita takut kesalahan kita diketahui orang lain. Kita cemas pada hari esok. Setiap masing-masing kita pasti memiliki kecemasan dan ketakutan semacam ini, sedikit atau banyak. Ada yang menetap dan tak juga bisa kita selesaikan. Bisa saja sesuatu itu terus berganti atau berulang, seakan siklus yang tiada berujung dan tak ada habisnya. </p>
<p>Dan hidup jadi sesuatu yang tak jenak, jauh dari ketentraman dan rasa nyaman. Kita gelisah sebab dendam dan sakit hati, juga kesalahan, yang menjauhkan kita dari kata maaf, meminta atau pun memberi. Kita marah atas hidup yang menurut kita tidak adil. Kita selalu tidak sabar dan tergesa, kita takut kehabisan waktu. Kita teramat sering meributkan banyak hal, besar atau kecil. Padahal hidup ini sangat singkat, “Life is too short to worry”. Hidup ini terlalu singkat untuk kita cemaskan.</p>
<p>Bagaimanakah cara menikmati hidup dengan indah, dalam bahagia, tanpa kecemasan dan ketakutan? Pertanyaan esensial yang pasti dimiliki dalam hidup setiap orang inilah yang coba dijawab Arvan Pradiansyah dalam buku Cherish Every Moment. Dengan cara yang sederhana, melalui tema-tema yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, buku ini memberi inspirasi dan mengajak kita menemukan makna hidup dan kehidupan, yang indah dan terberkahi. Arvan Pradiansyah adalah seorang pembicara publik, konsultan-fasilitator pengembangan SDM, penulis dan kolumnis yang telah menulis dua buku inspiratif yang menjadi best seller, yaitu You are a Leader! dan Life is Beatiful. Cherish Every Moment sendiri diolah dari acara “Life Excellence” yang disiarkan di sebuah jaringan radio nasional sehingga tersusun dalam tuturan yang ringan dan mudah kita cerna. Dengan mengabaikan tampilan foto penulis yang terlalu berlebihan sehingga terasa monoton dan narsistik, perwajahan dan tipografi buku ini juga khas, memudahkan kita mengambil jeda untuk mengambil inspirasi, menarik intisari, dan merefleksikannya dalam kehidupan personal kita.</p>
<p>Buku ini memuat 24 bahasan yang diangkat dari kehidupan sehari-hari. Setiap bagian tulisan dibuka dengan pertanyaan-pertanyaan yang sering menggelisahkan kita, tentang kehidupan duniawi yang praktis dan materialistik maupun hal-hal yang bersifat spiritual. Pertanyaan-pertanyaan itu disampaikan dengan cara yang sederhana, yang menggoda dan mengajak kita untuk membuka diri dan berefleksi, mengarahkan kita pada permenungan atas apa yang ada dalam kehidupan kita dan apa yang sebenarnya kita inginkan dalam hidup.</p>
<p>Apakah yang akan Anda lakukan bila ada seseorang berbuat jahat kepada Anda? Mengapa banyak orang yang jujur tapi hidupnya hancur dan mereka yang curang seringkali menang? Apa yang akan Anda lakukan bila pasangan hidup yang Anda cintai mengkhianati kepercayaan yang Anda berikan kepadanya? Apakah Anda sering mengalami stres dan kejenuhan dalam hidup? Apakah Anda sering merasa sibuk tapi kemudian menyadari bahwa Anda belum melakukan sesuatu yang berarti? Apakah yang sebenarnya Anda cari dalam hidup Anda? Mengapa agama sering kali gagal membuat orang menjadi baik? Mengapa kita sering berpikir Tuhan tidak adil? </p>
<p>Melalui buku ini, Arvan Pradiansyah mencoba mengajak kita menelaah setiap pertanyaan itu, persoalan hidup itu. Pertanyaan-pertanyaan itu dikembalikan dalam contoh kehidupan sehari-hari kita, sehingga kita terlibat dalam proses mencari jawabannya. Bisa jadi jawaban yang kita dapatkan jadi tidak penting lagi, sebab ada banyak bagian dari proses pencarian itu yang membuat kita merenungkan hidup kita dengan sungguh-sungguh, sehingga kita dapat memberi makna atas hidup kita sendiri. </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pinjambuku.wordpress.com/113/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pinjambuku.wordpress.com/113/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pinjambuku.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pinjambuku.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pinjambuku.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pinjambuku.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pinjambuku.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pinjambuku.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pinjambuku.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pinjambuku.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pinjambuku.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pinjambuku.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pinjambuku.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pinjambuku.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pinjambuku.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pinjambuku.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pinjambuku.wordpress.com&amp;blog=1177682&amp;post=113&amp;subd=pinjambuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pinjambuku.wordpress.com/2008/07/14/hidup-indah-penuh-makna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Matinya Manusia Modern</title>
		<link>http://pinjambuku.wordpress.com/2008/07/10/matinya-manusia-modern/</link>
		<comments>http://pinjambuku.wordpress.com/2008/07/10/matinya-manusia-modern/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 02:06:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pinjambuku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiratif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pinjambuku.wordpress.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[IPTEK KOMPAS: http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/07/09/00234417/e-maildan.manusia.super &#8220;E-mail&#8221;dan Manusia Super Rabu, 9 Juli 2008 &#124; 03:00 WIB NINOK LEKSONO ”Cara hidup kita sekarang ini mengerosi kemampuan untuk konsentrasi yang dalam, lama, dan perseptif, yang merupakan blok pembangun keintiman, kearifan, dan kemajuan kultural.” (Maggie Jackson, pengarang buku ”Distracted: The Erosion of Attention and the Coming Dark Age”, WST, 8/7) Manusia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pinjambuku.wordpress.com&amp;blog=1177682&amp;post=111&amp;subd=pinjambuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="subjudulidxcetak">IPTEK KOMPAS: <a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/07/09/00234417/e-maildan.manusia.super">http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/07/09/00234417/e-maildan.manusia.super</a></div>
<div id="judulartikelcetak">&#8220;E-mail&#8221;dan Manusia Super</div>
<div class="txtartikelcetak"><span class="tglct">Rabu, 9 Juli 2008 | 03:00 WIB</span></p>
<div id="article_body">
<p><strong>NINOK LEKSONO</strong></p>
<p>”Cara hidup kita sekarang ini mengerosi kemampuan untuk konsentrasi yang dalam, lama, dan perseptif, yang merupakan blok pembangun keintiman, kearifan, dan kemajuan kultural.”</p>
<p>(Maggie Jackson, pengarang buku ”Distracted: The Erosion of Attention and the Coming Dark Age”, WST, 8/7)</p>
<p>Manusia modern dilanda dilema: di satu sisi harus menjadi kompetitif dan dengan itu harus punya banyak keunggulan; tetapi di sisi lain ia juga ingin menjalani hidup secara wajar saja, tanpa harus merasa dikejar-kejar untuk menjadi pintar dan serba tahu.</p>
<p>Kini, mengecek pos elektronik (e-mail) merupakan menu harian yang sulit dilewatkan bagi banyak orang. Ketika jumlah e-mail di kotak surat (inbox) semakin banyak, muncul pertanyaan, harus dimaknai apa aktivitas menyimak dan menjawab e-mail itu? Apakah itu aktivitas yang bermanfaat atau tidak?<span id="more-111"></span></p>
<p>E-mail, yang merupakan sampel kecil dari informasi digital yang membanjir setiap hari dalam jumlah yang sangat besar, seolah menjadi salah satu sarana pembentukan kecerdasan manusia super pada masa depan. Inilah hal yang diyakini oleh futuris Vernor Vinge yang juga pengarang fiksi ilmiah laris.</p>
<p>Menurut keyakinan Vinge, yang juga pensiunan profesor sains komputer, mesin (komputer) kini telah menjadi lebih dari sekadar alat. Mesin-mesin tersebut secara fisik akan menyatu dengan kita dan secara tak terasa (seamless) mewariskan kekuatan yang sekarang ini di luar imajinasi kita. Hal itu, oleh Vinge, diyakini akan terjadi pada zaman kita ini. Pikiran manusia akan menjadi sangat kuat dalam mengolah informasi (Discover, 8/08).</p>
<p><strong>”Information overload”</strong></p>
<p>Istilah di atas muncul karena manusia tampaknya semakin kebanjiran informasi, lepas dari soal apakah informasi yang datang itu sepenuhnya berguna atau tidak.</p>
<p>Pada sisi lain, menurut catatan Gordon Crovitz, rata-rata setiap 3 menit pekerja pikiran (knowledge worker) menghentikan aktivitasnya umumnya karena terganggu oleh e-mail atau dering telepon. Lazimnya, diperlukan 30 menit sebelum ia bisa kembali ke pekerjaan semula.</p>
<p>Mengingat urusan kebanjiran informasi ini dilihat semakin menjadi masalah dalam kehidupan modern, kini ada organisasi Information Overload Research Group yang pendirinya antara lain eksekutif dari Microsoft, Google, IBM, dan Intel. Hal ini menarik karena mereka adalah perusahaan yang paling besar peranannya dalam menciptakan alat-alat informasi yang menggerogoti kemampu_an kita untuk memfokuskan pikiran (Wall Street Journal, 8/7).</p>
<p>Crovitz menambahkan, Microsoft mempunyai laboratorium Visualization and Interaction Research Group yang selama bertahun-tahun mencoba mengembangkan perangkat lunak yang bisa membuat prioritas untuk e-mail dan komunikasi lain.</p>
<p>Semua itu dikembangkan karena semakin disadari bahwa teknologi memang bermata dua. Di satu sisi menjadi alat pemacu produktivitas (productivity enhancer), tetapi di lain sisi juga sumber inefisiensi. Yang terakhir ini dikuatkan oleh lembaga penelitian Basex yang menyebutkan bahwa sekitar seperempat hari pekerja informasi disita oleh interupsi, seperti e-mail, instant messaging, Twitter, RSS, dan aliran informasi lain yang tak bisa dikendalikan. Di bawah itu, waktu digunakan untuk menulis e-mail, menghadiri rapat, atau mencari informasi. Para peneliti di lembaga ini menyimpulkan bahwa hanya sepersepuluh hari yang digunakan untuk berpikir dan merenung (berefleksi).</p>
<p>Sampai teknologi bisa menyembuhkan situasi ini, muncul berbagai eksperimen. Intel telah mencoba apa yang dinamai ”Zero-e-mail Fridays” atau Jumat Tanpa Email. IBM punya ”Think Fridays” yang ditujukan untuk membatasi e-mail dan aneka gangguan lain. Ada juga CEO yang setiap kali memulai rapat meminta para direktur menyerahkan peralatan BlackBerry dan mengumpulkannya di tengah meja rapat.</p>
<p>”Dengan semakin banyak orang masuk ke dalam dunia baru informasi yang tersambung dan terakses tanpa batas, kita berisiko kehilangan sarana dan kemampuan terjun ke bawah permukaan, untuk berpikir mendalam,” tambah Jackson.</p>
<p><strong>Memilih santai</strong></p>
<p>Awas dengan potensi buruk kebanjiran informasi ini, kini orang mulai melihat kemungkinan untuk hidup dengan lebih longgar, misalnya saja dengan kepungan e-mail lebih sedikit. Salah satunya adalah Luis Suarez, karyawan IBM yang tinggal di Kepulauan Canary.</p>
<p>Seperti dikisahkan di harian New York Times (29/6), ia lelah dengan ritual pada pagi hari menghabiskan berjam-jam mengurus e-mail, dan kini ia ingin melakukan sesuatu yang drastis untuk mengambil alih kendali produktivitasnya. Untuk itu ia sudah memutuskan tidak lagi menggunakan e-mail di sebagian besar waktunya. Ia menyadari, semakin rajin ia membalas e-mail, semakin banyak balasan dan kiriman yang akan ia dapat. Hal itu lalu menjadi lingkaran setan.</p>
<p>Akhirnya ia berhenti menjawab secara individual dan mulai menggunakan sarana jaringan sosial, seperti blog dan wiki.</p>
<p>Tampaknya, di sini ada dua pendekatan yang sama-sama menjadi pilihan. Pertama adalah kebiasaan mengeksploitasi habis kemajuan teknologi. Bahkan, kalaupun e-mail di inbox semakin banyak, itu dilihat sebagai kemajuan tak terelakkan dan dalam jangka panjang, ia akan menjadi faktor evolusi yang akan menciptakan manusia baru yang tangguh hidup dalam cyberswamp—rawa informasi—yang dalam konteks sekarang mungkin akan membuat orang lumpuh bengong tak tahu apa yang harus dikerjakan karena kebanjiran informasi.</p>
<p>Yang kedua, orang tak memilih jalur ini. Sosok seperti Luis Suarez lebih memilih menyederhanakan hidup, mengurangi informasi yang harus ditangani setiap hari. Pilihan tentu terpulang kepada setiap individu meski arus besar memperlihatkan bahwa manusia suka memilih hidup yang lebih menantang. Kalau ini pilihannya, boleh jadi kelak akan muncul manusia super gemblengan dengan pikiran yang tahan dibanjiri informasi gigabita setiap hari.</p></div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pinjambuku.wordpress.com/111/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pinjambuku.wordpress.com/111/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pinjambuku.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pinjambuku.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pinjambuku.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pinjambuku.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pinjambuku.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pinjambuku.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pinjambuku.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pinjambuku.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pinjambuku.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pinjambuku.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pinjambuku.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pinjambuku.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pinjambuku.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pinjambuku.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pinjambuku.wordpress.com&amp;blog=1177682&amp;post=111&amp;subd=pinjambuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pinjambuku.wordpress.com/2008/07/10/matinya-manusia-modern/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ara</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
