Oleh: pinjambuku | 20 September 2007

MEMBACA DAMAI

[Mata]

MEMBACA DAMAI

MEMBACA adalah ibadah. Seperti sabda sebuah ayat: Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan manusia (Al-Qur’an, surat Al-Alaq). Apakah setiap aktivitas membaca memiliki nilai ibadah ataukah hanya membaca dalam kerangka keberagamaan yang akan mendapatkan pahala? Juga, membaca yang bagaimana, yang berhadap-hadapan dengan buku dan teks ataukah membaca dalam arti yang seluas-luasnya, melihat dan menafsir dunia? Akan ada banyak pertanyaan yang muncul dalam diri kita, itulah kiranya mengapa umat manusia dikarunia akal—untuk mencari jawab dan memberi makna atas hidup dan kehidupannya.

Barangkali, peribahasa “tak kenal maka tak sayang” patut untuk dikemukakan di sini. Tak kenal ayat membuat hidup menjadi berat. Tak kenal membaca membuat kita sempit cakrawala. Tak kenal orang membuat kita tak peduli. Tak kenal negeri memunculkan perpecahan yang ngeri. Tak kenal keberagaman menumbuhkan peperangan. Tak kenal rakyat membuat pemimpin jadi tak arif. Tak kenal pemimpin membuat rakyat jadi pemimpi. Tak kenal maka tak sayang adalah ungkapan sederhana yang kaya makna.


Kita bisa mengenali sesuatu dengan membaca. Tak hanya itu, membaca bisa membuat kita mengetahui, mengerti, memahami, dan memberi makna pada sesuatu itu. Dari situ, hidup yang mudah, indah, dan terarah akan dapat diciptakan. Boleh jadi kita kembali sampai pada pertanyaan, membaca apa dan membaca yang bagaimanakah kiranya?


Surat Al-Alaq yang telah disinggung di awal tulisan pada bagian lain menyatakan: Bacalah dan Tuhanmu amat pemurah. Dari sini, layaklah jika kita tidak usah lagi mempertanyakan dan memperdebatkan apa dan bagaimana dari membaca. Kiranya Tuhan itu penuh rahmat dan kasih, kita jualah yang suka ruwet dan bertikai.


November ini adalah bulan Ramadhan bulan puasa bagi kita yang beragama Islam. Bulan penuh rahmat dan anugerah. Bulan suci yang mestilah diisi dengan ibadah-ibadah. Selepas hari-hari yang penuh dengan konflik dan kepedihan, kita berharap akan tercipta kesejukan dan kedamaian di bulan ini. Apakah harapan ini hanya tinggal harapan, sungguh kita tidak tahu. Dunia global masih juga diisi dengan tragedi-tragedi, negeri kita sendiri seperti tidak mau kalah dengan sekian persoalan yang tiada henti. Akan tetapi, Tuhan amat pemurah dan penuh kasih. Kepada-Nya kita berserah diri.


Menyimak fenomena dari tahun-tahun yang lalu, membaca kitab dan buku keagamaan—juga buku umum lainnya—menjadi aktivitas yang banyak dilakukan oleh masyarakat Islam, terutama di kalangan kaum muda dan mahasiswa, dalam mengisi waktu-waktu di bulan Ramadhan ini. Aktivitas membaca ini berlanjut pula pada kegiatan-kegiatan diskusi dan bedah buku yang juga dilaksanakan di masjid-masjid. Aktivitas ini membuat masjid-masjid menjadi lebih semarak. Umat Islam disegarkan oleh pengetahuan dan cakrawala baru. Buku-buku bertambah luas jangkauannya. Membaca bukan lagi suatu kegiatan yang asing dan ganjil di masyarakat kita.


Membaca memang aktivitas yang cukup tepat untuk mengisi hari-hari di bulan Ramadhan ini. Secara fisik, membaca tidak banyak menghabiskan energi. Membaca juga membuat kita menjauh dari kegiatan-kegiatan yang mendekati kemudharatan dan keburukan. Tentu, dalam hal ini, bacaan yang kita pilih juga agak lebih terseleksi, terutama yang berkaitan dengan ilmu-ilmu agama.


Demikianlah, aktivitas membaca menjadi jawab atas harapan kita akan kesejukan dan kedamaian dunia. Barangkali memang tidak bisa dinafikan bahwa membaca juga membawa konsekuensi ideologis yang sangat besar. Bahwa tulisan memiliki implikasi yang luar biasa bagi pemikiran. Bahwa tulisan memuat beban-beban. Dan kemudian, ada usaha untuk menyensor, melarang, membakar buku. Akan tetapi kita kini lebih butuh kedamaian. Dan, sejelek-jelek buku—sejelek-jelek bacaan— serugi-ruginya membaca, tetaplah ada gunanya. Maka, mengulang apa yang telah ditulis di muka: Bacalah dengan nama Tuhanmu… Bacalah dan Tuhanmu amat pemurah. [Goen]

Matabaca, Vol.2/No.3, November 2003


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: