Oleh: pinjambuku | 21 September 2007

Wawancara dengan J.K. Rowling

RIWAYAT J.K. ROWLING DAN HARRY POTTER

 

Judul Buku: Wawancara dengan J.K. Rowling, Pencipta Harry Potter
Penulis: Lindsey Fraser
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2004
Tebal: 64 halaman

 

BOLEH dikatakan, pembaca buku di seluruh dunia tak ada yang tidak kenal Harry Potter. Serial Harry Potter, yang telah diterbitkan lima seri dari tujuh seri yang direncanakan, telah menyihir semua orang, tidak peduli apakah itu anak-anak, remaja, atau orang tua. Film yang diangkat dari buku ini juga berhasil membius para penonton segala usia. 


Buku serial Harry Potter memang telah menjadi fenomena sejarah perbukuan dunia. Diterjemahkan ke dalam 61 bahasa dan terjual lebih dari 250 juta eksemplar di 200 negara, setiap seri dari buku ini mencatatkan jejak yang luar biasa. Buku kelima serial Harry Potter, Harry Potter and the Order of the Phoenix, memecahkan rekor sebagai buku terlaris sepanjang masa. Buku ini juga tercatat sebagai satu-satunya buku yang menjadi bestseller bahkan sebelum bukunya selesai ditulis, saking banyaknya pembaca yang memesan terlebih dulu.
Kehadiran Harry Potter bahkan berhasil mencerahkan industri perbukuan dunia, di antaranya menyelamatkan krisis yang dialami penerbit Scholastic dan kios buku maya Amazon.com.

Demikian juga dengan J.K. Rowling alias Joanne Kathleen Rowling, penulis buku itu. Meski tidak akan bisa melampau keterkenalan tokoh ciptaannya, namanya telah menjulang ke puncak ketenaran. Berkat Harry Potter pula J.K. Rowling menjadi wanita Inggris yang kekayaannya melebihi Ratu Elizabeth II. Berbagai penghargaan tak terhitung lagi diterimanya berkat buku ini, juga gelar keningratan Kerajaan Inggris OBE (Order of the British Empire).
Siapakah sesungguhnya J.K. Rowling dan bagaimana Harry Potter diciptakan? Inilah barangkali pertanyaan terbesar yang diajukan banyak orang. Ini pula yang ditelisik Lindsey Frazer dalam buku Wawancara dengan J.K. Rowling, Pencipta Harry Potter ini. Lindsey Frazer adalah seorang pemerhati buku anak-anak ternama dan pemimpin sebuah organisasi yang mendorong minat baca dan memperkenalkan bacaan anak. Melalui buku kecil ini ia berhasil menguak latar belakang kehidupan J.K. Rowling, bagaimana ide penciptaan kisah Harry Potter, proses penulisan dan resep apa yang digunakan sehingga buku ini mencapai kesuksesan yang luar biasa, termasuk juga rencana J.K. Rowling dalam penulisan dua buku terakhirnya nanti. Buku ini juga memaparkan tinjauan ringkas dan padat atas lima seri Harry Potter yang telah diterbitkan.


***

 

Bukan hanya teori, nyatanya memupuk kegemaran membaca sejak kecil memang sangat berperan dalam perkembangan pribadi seorang anak, sebagaimana yang dikisahkan Rowling yang kemudian menjadi penulis besar ini. Ia sangat terkenang dengan pengalaman masa kecilnya, alih-alih mengingat sakit yang dialaminya, ia malah menyimpan kenangan bagaimana ia berbaring mendengarkan ayahnya yang membacakan buku untuknya. Ia juga begitu terkesan dengan kegemaran membaca kedua orang tuanya; bagaimana ibunya terlihat begitu bahagia ketika meringuk suntuk dengan bacaan. Ia mengatakan bahwa semua itu sangat mempengaruhi dirinya.


Dari masa sekolah, Rowling mendapat pengaruh besar dari guru bahasa Inggrisnya. Guru bahasa Inggris Rowling adalah seorang guru bahasa yang sangat teliti, yang mengajarkan ketertiban tata bahasa dan sejauh mungkin menghindari kecerobohan berbahasa. Pun demikian, pelajaran bahasa bukanlah sekadar persoalan tertib tata bahasa, akan tetapi juga pendekatan yang logis, cara mengajar yang baik, dan sikap dan pribadi yang kuat. Guru yang baik bisa menjadi seseorang yang membuat mungkin bagi kemunculan seorang bintang, sebagaimana pengakuan Rowling atas guru bahasa Inggris bernama Miss Shepherd.

Bagaimana dengan bacaan Rowling? Yang pertama harus dicatat adalah betapa tak ada buku yang dilarang atau disensor oleh orang tuanya. Jadi, bukan hanya membaca buku-buku anak-anak seperti karya-karya Richard Scary, Black Beauty karya Anna Sewell, Little Woman karya Louisa May Alcott, dan The Little White Horse karangan Elizabeth Goudge yang menjadi buku kesayangannya, Rowling juga membaca buku Jane Austen Pride and Prejudice dan Vanity Fair karya W.M. Thackeray, ketika usianya baru sekitar 11 atau 12 tahun. Sebelum usia ini, Rowling bahkan telah membaca novel-novel romantis, seperti Thunderball karya Ian Fleming. Pendeknya, kegemaran membaca dan kedekatan pada buku yang terpupuk semenjak masa kecil adalah bagian penting dalam perjalanana karier J.K. Rowling.


***


Dunia kepenulisan bisa jadi adalah karier yang memiliki karakteristik yang khas dan tersendiri, yang tidak bisa dibandingkan dengan jenis profesi lain. Bahkan meski adagium bahwa menulis—dan kesenimanan—adalah persoalan bakat telah banyak disanggah orang, nyatanya proses kemunculan seorang penulis dan karyanya teramat sering memunculkan ketakjuban. Kemunculan dan kemahsyuran J.K. Rowling dengan Harry Potter-nya menjadi bagian dari semacam keajaiban itu. 


Latar belakang lingkungan keluarga yang cinta buku dan gemar membaca boleh jadi menjadi bagian dari reramuan bagi kesuksesan karier kepenulisan Rowling, demikian juga dengan kesungguhannya mempelajari bahasa. Akan tetapi bahkan dengan ditunjang oleh cita-cita dan ambisi menjadi penulis, J.K. Rowling tidak segera dan langsung menjadi penulis dan menghasilkan karya. Ia harus melewati jalan menjadi seorang pengajar bahasa, bahkan kemudian mengikuti kursus sekretaris—yang kemudian disyukurinya karena kemampuan mengetik yang dipelajarinya. Selepas itu, Rowling bekerja di beberapa bidang pekerjaan lain dan berpindah-pindah tempat tinggal.


Garis tebal harus cepat diberikan dalam kehidupan penulis yang satu ini adalah betapa ia tidak pernah melepaskan ambisinya menjadi penulis. Tanpa gembar-gembor dan banyak kata, ia senantiasa mengolah ide dan gagasan dan menuliskannya di setiap kesempatan. Inilah pelajaran penting bagi siapapun yang mencita-citakan diri menjadi penulis, bisa jadi juga untuk menjadi apa saja, yakni konsistensi. Sudah sering dikisahkan bagaimana Rowling menulis bagian-bagian serial Harry Potter di kafe, sambil mengasuh bayinya, dalam keadaan miskin pula. Dalam buku ini, kita bisa menemukan kisah ini dalam pandangan Rowling sendiri, tanpa bumbu dramatisasi. Diceritakan juga proses Rowling mengetik naskahnya memakai mesin tik manual, mengetik ulang untuk mencoba mengikuti standar maksimal jumlah halaman buku anak dengan meminjam-menyalahgunakan komputer bebas akses di kampus. Agak disayangkan bahwa Rowling tidak banyak menceritakan bagaimana ia menemukan penerbit, proses dan liku-liku penerbitannya. Ia hanya mengatakan bahwa naskahnya ditolak oleh agen dan penerbit pertama yang dikiriminya naskah untuk kemudian ia butuh waktu setahun untuk mendapatkan penerbit yang bersedia menerbitkan karyanya.


Dan akhirnya adalah sebagaimana yang sudah diketahui banyak orang: Harry Potter sukses besar dan J.K. Rowling menjadi ratu penulis buku terlaris dunia. Dari buku ini pembaca juga dapat menemukan daftar penghargaan yang diberikan kepada setiap serial Harry Potter, sampai buku keempat, yang jumlahnya lebih dari 50 penghargaan. Menyikapi semua kesuksesan ini, J.K. Rowling menyatakan bahwa ia bisa saja berhenti menulis tanpa perlu cemas akan persoalan keuangan. Akan tetapi, ia mengatakan betapa ia begitu cinta menulis, betapa ia tidak pernah meniatkan diri menulis untuk mendapatkan hanya sekadar uang, kekayaan, dan keterkenalan. Dengan bersahaja, ia mengatakan:
“Bila kau melihat orang-orang terkenal lainnya, selalu saja ada masalah yang membuntuti mereka dan masalah-masalah itu tidak menyenangkan. Tapi aku tetap menyadari bahwa aku orang yang luar biasa beruntung, karena bisa melakukan apa yang paling kucinta di dunia ini.” [Goen]

Matabaca, Vol.2/No.7, Maret 2004


Responses

  1. ehm… jk. rowling memang hebat…
    sampai da yang mau bkin bku buat dia…
    kpan y aku bsa kya jk rowling yg bsa nyitain bku yg sangat imajinatif…

  2. J.K Rowling memang hebat. koq bisa sih bikin buku setebel itu. memang nya rahasianya apa sih?

  3. Mrs. Rowling hebat deach. beri aku rahasianya donk biar suxes seperti anda. pingin deh jadi orang suxes + jadi penulis terkenal. kapan bisanya ya!!!!!!!!!! ku harap Mrs. Rowling mau beri rahasianya!!!!!!!!!!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: