Oleh: pinjambuku | 23 September 2007

Abdul Hadi W.M.: Pembawa Matahari

Pembawa Matahari
Abdul Hadi W.M.

Yogyakarta, Bentang Budaya, April 2002

 

Dalam pengantarnya, Abdul Hadi W.M. menyatakan bahwa sajak-sajak yang terkumpul dalam buku ini adalah sebagian dari karya-karya yang dihimpunnya ketika menjadi Ahli Cipta, semacam penulis tamu, di Universiti Sains Malaysia. Pulau Pinang. Sekalipun begitu, dan yang jamak terjadi, tempat yang jauh dari kampung halaman tidak berarti membuat seorang penulis menjadi lupa akan akarnya. Sajak-sajak dalam buku ini pun banyak menampilkan nuansa khas pantai Madura tempat asal si penyair, ingatan dan kenangan perjalanan hidupnya, kehidupan sosial dan sejarah-budaya masyarakat bangsanya. Kesemuanya terjalin dalam kompleksitas dunia mistik dan sufisme yang menjadi kekuatan utama sajak-sajak Abdul Hadi W.M. Dalam sajaknya yang berjudul “Cinta”, dapat ditangkap ungkapan pengalaman estetik yang menyaran pada dunia spiritual khas penyair ini. Pada bait pertamanya: Cinta serupa dengan laut / Selalu ia terikat pada arus / setiap kali ombaknya bertarung / Seperti tutur kata dalam hatimu / Sebelum mendapat bibir yang mengucapkannya. Dan pada bait terakhir: Kau di sampingku / Aku di sampingmu / Kata-kata adalah jembatan / Waktu adalah jembatan / Tapi yang mempertemukan / Adalah kalbu yang saling memandang.

***
PUISI No. 8, Juni 2002


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: