Oleh: pinjambuku | 23 September 2007

Bincang Perbukuan Yogyakarta

Bincang Perbukuan Yogyakarta


Masih dalam suasana hujan rintik-rintik, Sabtu, 28 Desember 2002, di saung pinggir kali di sebuah rumah makan, aktivis-aktivis perbukuan yang menyatakan diri sebagai penerbit-penerbit kecil Yogyakarta mengadakan rembuk dan bincang bersama. Acara yang diikuti oleh wakil-wakil dari penerbit Bentang, Navila, Jendela, Qalam, Pustaka Sufi, Lotus, IndonesiaTera, Tinta, Mata Bangsa, dan beberapa penerbit lain itu membahas berbagai isu hangat perbukuan Indonesia.


Satu bahasan yang paling menyita waktu dari pertemuan ini adalah persoalan distribusi buku. Masing-masing penerbit memaparkan mekanisme-mekanisme distribusi dan pemasaran yang mereka lakukan, baik yang bersifat langsung maupun melalui distributor dan agen. Sebagian besar dari mereka mengungkapkan betapa ada banyak persoalan yang sangat genting berkaitan dengan distribusi perbukuan yang ada. Sebagai penerbit kecil, tidak ada satu pun dari penerbit-penerbit ini yang memiliki toko buku atau pun agen dan perwakilan pemasaran dan distribusi wilayah. Oleh karenanya, kesemuanya pernah dan masih menggantungkan diri pada distributor-distributor besar. Persoalannya kemudian adalah, mereka berada pada posisi yang banyak dirugikan berkaitan dengan rendahnya posisi tawar mereka di hadapan distributor.


Ada banyak pengalaman pahit berkaitan dengan pola distribusi yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Berhadapan dengan distributor ‘nakal’ menjadi bahasan yang tidak ada habisnya. Mulai dari mekanisme transaksi yang tidak jelas, kesulitan menagih, pembayaran dengan cek dan giro kosong, retur buku yang semena-mena, buku tidak diedarkan, dan semacamnya. Pembicaraan bertambah serius ketika mereka mencoba memetakan distributor-distributor yang ada dan kemungkinan membentuk semacam klausal bersama untuk memperkuat posisi tawar para penerbit kecil Yogyakarta ketika berhadapan dengan distributor. Bahkan, diskusi diperuncing dengan dimungkinkannya membentuk sebuah lembaga distribusi satu atap untuk mengelola pemasaran buku-buku dari penerbit-penerbit Yogyakarta ini. [goen]

 

Matabaca, Vol.1/No.6, Januari 2003


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: