Oleh: pinjambuku | 23 September 2007

Kuliah Buku Yogya

Kuliah Buku Yogya


Mencoba mencari kemungkinan baru merayakan buku, inilah yang dilakukan oleh anak-anak muda dari komunitas Akademi Kebudayaan Yogyakarta (AKY) bekerja sama dengan Penerbit Bentang Budaya dengan menyelenggarakan sebuah agenda perbukuan “Kuliah Buku”.


“Kuliah Buku” didasari oleh adanya ketidakpuasan dengan format peluncuran atau pun diskusi buku yang selama ini lebih banyak bersifat hura-hura, seremonial, dan tidak mampu menelisik lebih dalam isi buku itu sendiri.
Peluncuran dan diskusi buku jadi sesuatu yang ganjil karena buku yang dibahas biasanya terpinggirkan. Jangankan berharap para peserta-pengunjung sudah membaca bukunya, bahkan terkadang pembicaranya pun belum menyentuh buku yang ia bahas. Masih lumayan jika ada pembacaan-artistik kutipan isi buku, yang banyak terjadi adalah ramainya orang berebut tanda tangan si penulis buku.


Oleh karena itu, “Kuliah Buku” jauh-jauh hari menginformasikan buku apa yang akan dibahas, dan peserta pun disyaratkan sudah membaca buku yang menjadi bahan kajian. Memang, hal ini membuat kegiatan ini bersifat agak ekslusif dan tidak akan menarik banyak peserta, tetapi, di sisi yang lain akan membuat ‘perkuliahan’ dapat berjalan dengan lebih serius dan suntuk.


Demikianlah, Sabtu, 17 Januari 2004 lalu, kegiatan bulanan ini dilaksanakan untuk yang pertama kalinya. “Kuliah Buku” yang pertama ini membahas buku The Name of the Rose karya Umberto Eco dengan pembicara Dr. St Sunardi dari Magister Religi dan Ilmu Budaya, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Hadir pula penerjemah novel ini, Nin Bakdi Soemanto.


St. Sunardi membahas novel ini dengan paparan sejarah gereja abad pertengahan di eropa dan hal-ihwal semiotika yang terdapat dalam novel ini. Sebagaimana diketahui, Umberto Eco adalah ahli abad pertengahan dan pelopor semiologi. Nin Bakdi Soemanto membagi pengalaman atas kesuntukannya menerjemahkan novel ini. Terungkap bagaimana ia merujuk pada Alkitab dan mendiskusikannya dengan beberapa agamawan. Bagian ini menjawab pertanyaan seorang peserta yang kebingungan dengan terjemahan versi lain novel ini yang peredarannya bersamaan dengan terjemahan versi yang dibahas.


“Kuliah Buku” yang pertama ini boleh dikatakan lumayan berhasil. Dengan peserta sekitar 30 orang, acara yang disertai dengan pemutaran film berdasarkan novel yang sama ini berlangsung dari pukul tujuh sampai pukul duabelas malam. Meski harapan agar semua peserta sudah membaca buku yang dibahas masih belum sepenuhnya berhasil, akan tetapi pembahasan dan diskusi tanya-jawab berjalan cukup baik dan mendalam. Kiranya, acara berikutnya dari “Kuliah Buku” ini layak untuk kita tunggu. [Goen]

Matabaca, Vol.2/No.6, Februari 2004


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: