Oleh: pinjambuku | 23 September 2007

Malam Afrizal Malna

Malam Afrizal Malna

Afrizal Malna memang telah menjadi fenomena. Lebih dari sekadar telah menghasilkan empat kumpulan sajak; Abad Yang Berlari (1984), Yang Berdiam Dalam Mikrofon (1990), Arsitektur Hujan (1995), Kalung Dari Teman (1999), Dalam Rahim Ibuku Tak Ada Anjing (2002). Sajak-sajaknya bukan saja dianggap merupakan mempunyai wawasan estetik baru, yang sekaligus menempatkan dirinya sebagai pemimpin literer puisi di masanya, namun juga dalam sajak-sajaknya ia berhasil mengolah benda-benda penghuni peradaban modern dengan sangat percaya diri. Lebih dari itu, penyair yang juga esais, prosais, teaterawan, dan sekaligus filmmaker ini juga mampu menempatkan dirinya melintas ruang seperti dalam sajak-sajaknya, ketika ia aktif di dalam organisasi Urban Poor Consortium (UPC).

Demikian risalah yang mengemuka dalam acara Malam Afrizal Malna yang diadakan di Pendopo Insist Yogyakarta, pada Jumat, 21 Februari 2003. Acara ini dilaksanakan sebagai peluncuran buku kumpulan puisinya yang terbaru, Dalam Rahim Ibuku Tak Ada Anjing (Bentang Budaya, 2002). Hadir untuk membaca sajak pada malam itu; Afrizal Malna, Saut Situmorang, M. Anasrullah, Gunawan Cindhil Maryanto, Ikun Eska, Raudal Tanjung Banua, Hasta Indriana, dll.

***

Jurnal Puisi, No. 11-12-13, Tahun 2003


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: