Oleh: pinjambuku | 23 September 2007

Rosa Membaca Rosa

Rosa Membaca Rosa

Dorothea Rosa Herliany tampil di Lembaga Indonesia Perancis (LIP) Yogyakarta, Jumat, 28 Maret 2003, dalam acara yang bertajuk “Rosa Membaca Rosa”.  Acara ini diniatkan sebagai peluncuran buku kumpulan sajak karya penyair dari Magelang ini, yang berjudul Para Pembunuh Waktu (Penerbit Bentang Budaya Yogyakarta), dan pembacaan ulang kumpulan sajak Nikah Ilalang (IndonesiaTera Magelang) yang diterbitkan kembali dengan format yang lebih baik.

Malam itu Rosa membacakan 14 puisi dan empat esai, ditemani pembaca tamu Landung R Simatupang. Mereka diiring musik bonang, suling, dan rebab garapan Surono dan anaknya, Djoko dari ISI Yogyakarta. Pergelaran malam itu menjadi sebuah muara pertemuan antara seni pertunjukan, musik, dan semiotika puisi. Sebagaimana sudah cukup dikenali, puisi-puisi Rosa banyak memaparkan renungan tentang kemuraman, kematian, kegelapan cinta, gender dan kepedihan perempuan, juga abstraksi kontekstual kehidupan masyarakat Indonesia yang pilu.

Yang dapat digaris bawahi dari pementasan ini adalah adanya paparan proses kreatif dari Dorothea Rosa Herliany. Empat esai yang dibacakan adalah penanda bagi empat bagian ragam dan proses kreatif si penyair, dengan disertakan pula puisi-puisi yang menandainya. Dengan ritme yang berderap, nyaris tidak ada pemisahan antara esai dan puisi, pertunjukan ini seakan hendak menampilkan diri sebagai ruang-waktu yang pedih dan perih sebagaiaman yang dicekamkan oleh sajak-sajak Rosa. Kehadiran Landung menambah pertunjukan ini semakin memiliki kekuatan nuansa, terutama dengan perannya dalam memberi sejumlah pause yang subtil, yang juga banyak muncul dari isian instrumental musik Surono. kehadiran Rosa sebagian telah menyuburkan virus demam kreativitas yang mengeram dalam kenangan penonton.

Lain dari itu, Dorothea Rosa Herliany tahun 2003 ini juga diundang dalam festival puisi tahunan di Jerman, yakni Festival Puisi Weltklang, Berlin. Ada banyak penyair terkenal dunia yang pernah membacakan puisinya dalam festival ini, seperti Derek Walcott, Adonis, Friederike Mayrocker, juga Rendra. Tahun ini pembacaan puisi dilangsungkan (puncaknya) pada 5 Juli 2003. Para penyair yang diundang berasal dari Chili (Gonzalo Rojas), Austria (Elfriede Gerstl), Lebanon (Abbas Beydoun), Perancis (Henri Chopin), Indonesia (Dorothea Rosa Herliany), Jerman (Wolfgang Hilbig dan Andreas Dresen), Albania (Ismail Kadare), Irlandia (Nuala Ni Dhomhnaill), Swedia (Lars Gustafsson), dan Australia (PiO).

***

Jurnal Puisi, No. 11-12-13, Tahun 2003


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: