Oleh: pinjambuku | 14 Juli 2008

Hidup Indah Penuh Makna

Judul Buku: Cherish Every Moment, Menikmati Hidup yang Indah Setiap Saat
Penulis : Arvan Pradiansyah
Penerbit : Elex Media Komputindo
Cetakan : 1, 2007
Tebal : xxii + 322 halaman

“Betapa tidak terberkahi hidup dalam kecemasan. Setiap orang harus berjuang menguak ketakutannya.” Alangkah banyak hal dari diri kita yang membenarkan pernyataan yang sangat tajam dan menohok dari Seno Gumira Ajidarma, sastrawan terkemuka Indonesia, dalam novelnya, Negeri Senja ini. Kita tiada hentinya berusaha meraih kebahagiaan, menemukan ketentraman, mencapai hidup yang indah dan damai. Kita ingin selalu berhasil untuk setiap usaha kita, ingin mendapatkan semua yang kita inginkan. Tapi semakin keras usaha kita, rasanya harapan kita makin jauh, kegagalan pun mendekati. Kita menjadi cemas dan takut. Dan hidup kita pun tiada terberkahi.

Alangkah banyak hal dari hidup yang kita cemaskan, yang kita takutkan. Kita cemas dan takut kepada Tuhan, pada dosa dan neraka yang mengikutinya. Kita cemas pada kondisi keuangan kita, takut dipecat dan jadi pengangguran. Kita takut kesalahan kita diketahui orang lain. Kita cemas pada hari esok. Setiap masing-masing kita pasti memiliki kecemasan dan ketakutan semacam ini, sedikit atau banyak. Ada yang menetap dan tak juga bisa kita selesaikan. Bisa saja sesuatu itu terus berganti atau berulang, seakan siklus yang tiada berujung dan tak ada habisnya.

Dan hidup jadi sesuatu yang tak jenak, jauh dari ketentraman dan rasa nyaman. Kita gelisah sebab dendam dan sakit hati, juga kesalahan, yang menjauhkan kita dari kata maaf, meminta atau pun memberi. Kita marah atas hidup yang menurut kita tidak adil. Kita selalu tidak sabar dan tergesa, kita takut kehabisan waktu. Kita teramat sering meributkan banyak hal, besar atau kecil. Padahal hidup ini sangat singkat, “Life is too short to worry”. Hidup ini terlalu singkat untuk kita cemaskan.

Bagaimanakah cara menikmati hidup dengan indah, dalam bahagia, tanpa kecemasan dan ketakutan? Pertanyaan esensial yang pasti dimiliki dalam hidup setiap orang inilah yang coba dijawab Arvan Pradiansyah dalam buku Cherish Every Moment. Dengan cara yang sederhana, melalui tema-tema yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, buku ini memberi inspirasi dan mengajak kita menemukan makna hidup dan kehidupan, yang indah dan terberkahi. Arvan Pradiansyah adalah seorang pembicara publik, konsultan-fasilitator pengembangan SDM, penulis dan kolumnis yang telah menulis dua buku inspiratif yang menjadi best seller, yaitu You are a Leader! dan Life is Beatiful. Cherish Every Moment sendiri diolah dari acara “Life Excellence” yang disiarkan di sebuah jaringan radio nasional sehingga tersusun dalam tuturan yang ringan dan mudah kita cerna. Dengan mengabaikan tampilan foto penulis yang terlalu berlebihan sehingga terasa monoton dan narsistik, perwajahan dan tipografi buku ini juga khas, memudahkan kita mengambil jeda untuk mengambil inspirasi, menarik intisari, dan merefleksikannya dalam kehidupan personal kita.

Buku ini memuat 24 bahasan yang diangkat dari kehidupan sehari-hari. Setiap bagian tulisan dibuka dengan pertanyaan-pertanyaan yang sering menggelisahkan kita, tentang kehidupan duniawi yang praktis dan materialistik maupun hal-hal yang bersifat spiritual. Pertanyaan-pertanyaan itu disampaikan dengan cara yang sederhana, yang menggoda dan mengajak kita untuk membuka diri dan berefleksi, mengarahkan kita pada permenungan atas apa yang ada dalam kehidupan kita dan apa yang sebenarnya kita inginkan dalam hidup.

Apakah yang akan Anda lakukan bila ada seseorang berbuat jahat kepada Anda? Mengapa banyak orang yang jujur tapi hidupnya hancur dan mereka yang curang seringkali menang? Apa yang akan Anda lakukan bila pasangan hidup yang Anda cintai mengkhianati kepercayaan yang Anda berikan kepadanya? Apakah Anda sering mengalami stres dan kejenuhan dalam hidup? Apakah Anda sering merasa sibuk tapi kemudian menyadari bahwa Anda belum melakukan sesuatu yang berarti? Apakah yang sebenarnya Anda cari dalam hidup Anda? Mengapa agama sering kali gagal membuat orang menjadi baik? Mengapa kita sering berpikir Tuhan tidak adil?

Melalui buku ini, Arvan Pradiansyah mencoba mengajak kita menelaah setiap pertanyaan itu, persoalan hidup itu. Pertanyaan-pertanyaan itu dikembalikan dalam contoh kehidupan sehari-hari kita, sehingga kita terlibat dalam proses mencari jawabannya. Bisa jadi jawaban yang kita dapatkan jadi tidak penting lagi, sebab ada banyak bagian dari proses pencarian itu yang membuat kita merenungkan hidup kita dengan sungguh-sungguh, sehingga kita dapat memberi makna atas hidup kita sendiri.


Responses

  1. aku nagk mengerti arti hidup ku yang sebenar nya…rasa anya ngak pernah merasakan indah nya hidup………..kenapa ya teman?

    • yang namanya rasa itu relatif banget. apalagi rasa yang abstrak seperti indahnya hidup…. hmmm, paling gampang sih dengan melihat yang di bawah kita, jadi bisa mensyukuri hidup kita sendiri. juga dengan keindahan, kalau sudah ketemu yang tidak indah–yang pahit, yang asem, yang menyedihkan, yang menjengkelkan, yang tak terkatakan–rasanya semua yang kita miliki jadi sangat berarti. jadi tak ingin lagi yang lebih dan lebih lagi, yang seringkali bukan apa-apa ketika kita mendapatkannya…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: