Oleh: pinjambuku | 17 September 2008

5 Buku Puisi: Jalan Baru Penyair Penuh Nyali

“Love Talks to Love”


Lama sudah abai pada puisi,
rindu datang tinggal kenangan lama,

tapi tak banyak, tak ada lagi, sajak yang mengharubiru seperti dulu.
Lalu ketemu blalangkupukupu, katanya salah seorang jawara di rimba mailinglist
dan aktivis dunia maya—yang tak cukup kupahami petanya
yang jelas produktivitas dan dokumentasi puisi karyanya
membuatku ragu untuk membacanya: aku ragu pada diriku sendiri
yang tak lagi punya nyali dengan puisi.

Lalu ia, si blalangkupukupu itu, meluncurkan 5 buku puisinya.

Gila!!! Siapa bilang puisi telah mati? Siapa bilang menerbitkan buku harus berbelit-belit
dengan urusan teknis dan duniawi? Inilah puisi!
Ayo, siapa berani membacanya? Siapa setia berkarya seperti dirinya?
Siapa mau memberi bukti dan bukan promosi dan janji seperti iklan dan politisi?
Mau jadi penyair? Bersyairlah!
Mau jadi penulis? Menulislah, dan terbitkanlah

dengan berani dan penuh nyali!!!

Inilah dia:

blalangkupukupu: 5 antologi sajak


Dan ini adalah kutipan lengkap pengantar si penyair atas puisi-puisi:

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Verdana; panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:536871559 0 0 0 415 0;} @font-face {font-family:Georgia; panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} a:link, span.MsoHyperlink {color:blue; text-decoration:underline; text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed {color:purple; text-decoration:underline; text-underline:single;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;}

Lauching Pentalogi Sajak “Love talks to Love”

Dengan restu kasih-sayang Tuhan tubuh/jiwa saya, setelah perantaian

malam ke malam jahanam, akhirnya pentalogisajak “Love talks to

Love” ini rampung saya kerjakan. Mengapa digagas dalam e-book

komersial, dan hanya akan dipasarkan lewat dunia maya?

Pentalogi ini merupakan jawaban atas suara-suara yang mulai dari sekedar

bisik-bisik tak tentu arah angin, cibiran, sampai teriakan

terang-terangan yang sempat, dan yang terus menggaungkan keterpinggiran

sastra cyber sebagai sastra yang terbuang (red. tong sampah).


Saya tidak terlalu memahami lekuk tubuh sejarah sastra cyber Indonesia

dan dunia. Tetapi di padang ilalang inilah saya lahir, hidup, dibesarkan

nafas dan berkarya.

Ini semacam pembelaan atas si terdakwa oleh mereka yang merasa berhak

menjadi hakim, jaksa penuntut, meski dimana bermula ketuk palu di meja

hakim itu dan pihak siapa yang berhak memenjarakan pihak mana, tidaklah

jelas dan logis bagi saya. Ini semacam sesi pembayaran utang anak kepada

ibunya, yang telah mendisribusikan ruh Sang Mahasajak ke dalam diri

saya, yang pasti tak akan pernah bisa terbayarkan, sampai kapanpun juga.

Pentalogi ini terpecah menjadi lima mata rantai antologi. Satu,

kakikakiangin, menguraikan tatal demi tatal cinta saya dengan seseorang,

yang lebih banyak bertemu di dunia imajinasi saya, sampai dia pergi dari

babak hidup saya. Dua, Stick Billiard n Vodka, mendedahkan perjalanan

gejolak batin saya dan seorang abang sedarah sewaktu kuliah di Bandung,

dengan kerling betina-betina malamnya, yang jalang-menawan-memabukkan.

Tiga, Sampiran, memundak misi filsafat inti cinta secara universal,

berdasarkan perenungan mesin otak batin saya, setidaknya hingga saat

ini. Empat, Kupu-Kupu Bersayap Cinta, kepakan sayap cerita untuk mereka,

para perempuan yang pernah singgah di kemarau jiwa saya. Lima, Sinopsis

Musim Gugur, sapuan terakhir untuk babak hidup yang telah saya alami,

setidaknya 26 tahun perjalanan lingkar tahun hidup ini, hendak tenggelam

terus di pusaran silam, atau detik ini juga kembali merangkakkan

kaki-kaki jarum jamnya.

Secara keseluruhan, “Love talk to Love” ini, menggambarkan

bagaimana memaknai cinta dari Sang Mahacinta yang ditiupkan dan

dititipkan-Nya lewat ruh-ruh ciptaan-Nya, untuk lebih menghidupkan

birahi hidup kita.

Kelima sekuens ini adalah percikan-percikan nyala api hidup saya yang

sempat saya rekam kerlip cahayanya, dan yang pasti, masih lebih banyak

yang terlupa. Ada sekitar 540-an sajak, yang mungkin bisa lebih, bisa

kurang karena penghitungan manual sekedip mata.

Seseorang yang saya merasa hidup di dalam dirinya dalam berkarya, dengan

keriangan hati, telah menawarkan diri untuk memberikan pengantarnya.

Tapi, untuknya, bermilyar maaf saya pinta dan terimakasih yang

setulus-tulusnya, karena tidak akan anda dapati petikan pengantar

siapapun yang pernah anda kenal, baik itu nukilan basa-basi marketing,

sangjung-puji klise, sebagaimana buku sajak umumnya, yang sudah ada.

Tiap ruas buku, saya kerjakan sendiri, baik proses penulisan, edit, tata

letak, hingga pengantar sesuai dengan misi ruh bukunya, selain untuk

beberapa gambar sampul yang saya berutang kepada orang yang tidak saya

kenal, meski saya sudah mencoba mencarinya. Saat ini dan satu saat, saya

pasti mengucapkan terimakasih yang tak terhingga untuk itu semua.

Ini adalah launching pertama buku saya, yang tidak akan anda dapati di

manapun juga, yang bersifat dunia fisik (nyata). Di weblog saya

http://asharjunandar.wordpress.com <http://asharjunandar.wordpress.com/>

adalah satu-satunya ruang yang bisa anda datangi untuk menyaksikan

hirup-pikuknya kelima buku ini.

Masing-masing saya hargai 15.ooo rupiah untuk tiap buku, atau bila

pemesanan sekaligus kelimanya, anda hanya perlu mengocek 50.000 ribu

dari kantong anda sebagai bonus, yang bisa anda pesan hanya lewat blog

http://asharjunandar.wordpress.com <http://asharjunandar.wordpress.com/>

atau alamat email blalang_kupukupu@yahoo.com atau satu-satunya nomor

telepon 081382185125. Selambat-lambatnya, 2 hari dari pemberitahuan

anda, buku itu sampai ke tangan e-mail Anda. Dengan penstransferan uang

pembelian terlebih dulu ke nomor rekening bank Mandiri cab.Pulogadung:

1250007281553 a.n. ASHAR JUNANDAR NASUTION


Untuk sekedar larak-lirik sajak, diskusi, kritik-saran, atau segalanya

yang ingin anda tahu tentang pentalogisajak “Love talk to Love”

silakan mampir di ruang Guest Book weblog saya, email atau langsung

mendaratkan pesan ke nomor telepon genggam saya, dengan senang hati,

saya puaskan birahi keingin-tahuan anda sampai titik orgasmenya.

Sujud terimakasih saya yang tak terhingga untuk yang sangat layak dan

sama sekali tidak layak dikecup oleh limau bibir terimakasih saya.


Salam puisi.


Ashar Junandar

blalang_kupukupu

Just Poets Your Life


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: