Oleh: pinjambuku | 9 Maret 2014

BAJAK!

Kalo ini buku2 dari jalan2 ke blok m kemarin. Ninggalin gaya suparman, lgs ke lantai g di blok m square yg promosinya lokasi baru pedagang buku kwitang. Pantauan sekilas, krn waktu yg terbatas, koleksi buku di sini cukup lumayan dan layak diperhitungkan untuk membuang suntuk dan duit hahaha…..
Iya, yang dijual sih didominasi buku (yg kayaknya) bajakan–agak susah juga memastikan, soalnya era sekarang buku2 baru juga lekas masuk ke obralan yg bikin harganya murah meriah laiknya buku bajakan.
Selain itu, tersedia juga buku2 lama dan langka–tapi harganya masih masuk akal. Tinggal pintar2 merayu dan sok tahu (harga) buku saja.
Kalo saya sih, paling asyik ya ketemu buku sepuluh ribuan, yg jumlahnya ribuan, yang pasti sll ada terselip buku bermutu yg tdk populer yg bikin tdk laku lalu masuk obralan.
Istimewanya, ada banyak buku pram tersedia di hampir semua lapak di sana. Nah, ini sdh pasti buku bajakan. Tapi mau bagaimana lagi, susah sekali nemu arus balik yg tebal itu. Sdh nyari, nanya dan pesen ke banyak ahli buku, ttp tdk ketemu juga. Ya sudahlah. Beli satu ini sajalah. Terakhir baca di seliweran twitter dan fesbuk juga sama. Sdh ada pram versi p.o.d. krn versi asli sdh jadi koleksi dan jarang diperjualbelikan. Lagipula, penerbit mana sih yg pegang hak cipta eh hak penerbitannya? Hasta mitra, lentera dipantara, kpg, atau siapa? Kenapa juga tdk ada menerbitkan buku2 pram yg sdh lama sekali langka di pasaran?
Sdh tanya ke penasihat hukum saya, katanya sih tdk ada maaf untuk beli buku bajakan. Tdk ada alasan tidak tahu kalo bajakan atau krn sdh putus asa mencari yang asli. Pokoknya, menurut hukum, beli buku bajakan ya salah. Bisa dituntut, dipidana, dipenjara.
Kalo sdh begini, jadi resiko tukang koleksi kali ya. Masih mending beli murah sekali (versi hardcover hny 55 rb, harga ini standar unt versi softcover), soalnya sdh bbrp kali hampir menawar 300 rb atau bertukar dgn koleksi lengkap madilog atau di bawah bendera revolusi sama akun2 di twitter. Kalo ternyata kejadian, dan dapetnya edisi bajakan, bisa ketawa kecut saya.
Stttt…. Aslinya, saya juga beli murah buku lajang penulis jalang yg terkenal itu. Curiganya sih, buku bajakan juga. Tapi niatnya mmg mau melampiaskan sebel saja: itu komunitas ttp saja sok kuasa dan jadi pemegang tunggal kebenaran. Padahal kan sdh jelas, ada budaya mereka yg tdk diterima sama yg lainnya. Eh, nggak ada refleksi apalagi penyesalan dan pertobatan diri, malah makin kenceng mencari kesalahan liyan. Mestinya kan begitu juga sebaliknya, kalo ada budaya dari kelompok lain yg tdk seirama dgn mereka, ya jangan diserang habis2an dlm rangka menegakkan kebenaran tunggal versi mereka sendiri ya.
Iiiih…. Saya omong apa, sih?
Cuma mau bilang: “nyaho lo, gua beli buku bajakan kalian!” kok jadi muter2 gini. Apa saya buang saja ya, bukunya? Hahahaha…..

View on Path


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: