Oleh: pinjambuku | 20 Maret 2014

Presiden Taik Kucing

Bahagia itu sederhana. Joko widodo di-bakal-calon-presiden-kan yang membuat kita punya harapan: indonesia yang lebih baik, rakyat sejahtera dan bahagia, kehidupan yang adil dan makmur. kita bersemangat mendukungnya habis-habisan, dengan segala daya dan upaya, bahkan meski harus mengorbankan hubungan pribadi kita dengan saudara, sahabat, dan kawan sehari-hari kita. karena kita yakin hanya joko widodo yang paling hebat, paling benar, paling bersih, dan terutama karena kita yakin hanya joko widodo yang bisa mengalahkan balon capres lain yang menurut kita jahat dan memiliki segunung dosa. kita tidak peduli balon capres kita sendiri juga punya kekurangan, dan balon capres lain punya kelebihan. kita tidak peduli para pendukung balon capres lain punya pemikiran dan perasaan yang sama, bahwa yang mereka dukunglah yang terbaik untuk negeri ini, dan balon capres lain adalah taik kucing.
taik kucing inilah yang membikin kita membabi buta, membikin kita percaya bahwa mereka yang tidak mendukung balon capres kita adalah pendukung balon capres lain. bahwa mereka bukan bagian golongan dan kelompok kita. hari ini tidak ada pilihan untuk tidak memihak: mendukung joko widodo atau tidak mendukung joko widodo yang berarti mendukung balon capres lain. mendukung joko widodo berarti bagian kelompok kami, tidak mendukung berarti musuh. untuk memperkuat keyakinan itu, kita mencari dan bahkan menciptakan alasan-alasan. dan kita pun berhadap-hadapan di front pertempuran yang ganjil: kami dan kalian, aku dan kamu. aku, kami, pendukung joko widodo, dan kamu, kalian, pendukung balon capres-capres lain, yang bahkan tak layak untuk disebutkan namanya. edan.
alangkah gila kekuatan politik bisa mengubah diri kita, bahkan merubah diri kita–mengubah: membuat berubah, merubah: membuat jadi rubah. dan demikianlah keadaan hari-hari di tahun politik ini. kita jadi rubah yang mengubah orang lain jadi mangsa. kita terkam siapa saja yang tidak di pihak kita, yang tidak mendukung balon capres kita. kita cabik-cabik mereka. kita makan mereka yang kini hanya bangkai, yang mengotori perjuangan kita menjadikan joko widodo menjadi presiden republik indonesia.
joko widodo memang luar biasa. pesona balon capres kita ini tiada tara, sampai mampu merubah kita, membuat kita suka rela merubah diri jadi seperti ini. dan kita percaya tak ada balon capres lain yang seperti itu. para balon capres lain didukung oleh mereka yang bodoh dan dibutakan mata hati dan pikirannya. pendukung balon capres lain adalah pendukung karbitan. ada yang mendukung karena sdh dibaiat dan ditodong dengan ayat-ayat kitab suci, dibujuk dengan janji sorga sambil ditakut-takuti neraka. ada yang mendukung karena susah move on dari figur kemiliteran dan kena waham negeri ini butuh pemimpin yang tegas dan bertangan besi. ada yang mendukung karena diberi sembako dan uang. ada yang mendukung karena bekerja di perusahaan yang dimiliki si balon capres itu. lihat, tak ada satu alasan pun dari kami: pendukung joko widodo. kami mendukung joko widodo secara murni dan konsekuen. maka terkutuklah mereka yang tidak mendukung balon capres kami yang telah terbukti paling baik dan hebat bahkan jauh sebelum menjadi presiden negeri ini.
jadi, inilah kami, rakyat negeri yang gemah ripah lohjinawi. kekayaan alam dan kesuburan tanah negeri ini menjadikan kami jadi mudah menjalani hidup dan pemurah. termasuk mudah melupakan sejarah dan murah menghargai perbedaan. mudah memaafkan dan murah memberi dukungan. mudah memilih kawan dan murah menghargai lawan. berabad-abad kami menjalani kehidupan seperti ini, dari generasi ke generasi. dulu kami punya pak karno, dan persetanlah tan malaka atau yang lainnya. dulu kami punya pak harto dan ternistalah karno dan pki dan kaum komunis. dulu kami punya amien rais, sri bintang pamungkas, mochtar pakpahan dan para reformis yang membuat kita meneriakkan gantung suharto dan antek-antek orba di tiang monas. dulu kita punya gus dur dan mega, keduanya menjadikan kita sebagai pasukan berani mati. dulu kita punya esbeye, yang kini kita bilang taik kucing. karena kini kita punya joko widodo.
terima kasih ibu mega. atas kemurahanmu, pak joko widodo jadi presiden kami. taik kucing calon presiden lain, yang baru jadi bakal calon presiden itu. taik kucing mereka yang tidak mendukung joko widodo. taik kucing semua omong kosong ini….

View on Path


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: