Oleh: pinjambuku | 22 Maret 2014

“Kutu Buku Berhati Nyam-Nyam”

Kaos andalan yg ibaratnya kering dari jemuran lgs dipakai lagi saking drpd nyamannya. Mungkin karena tulisannya, atau bahannya yg sdh jadi bulukan shg pas di badan saya yg merakyat ini. Kaos ini sdh bersama saya belasan tahun lamanya–sejak bujangan dan menggelandang di gelanggang. Saya msh bisa mengingat, ketika itu saya bangun pagi (yg artinya jam sebelasan), lalu ke kamar mandi (yg artinya wc), mestinya sih cuma cuci muka. Lalu ada kang Jabrik Triyono (matur nuwun sanget njih, kang. Salam dan doa saya untuk panjenengan sekeluarga) yg duduk di meja lor kafetaria mengulurkan ini kaos untuk diberikan kepada saya. Laiknya kanjeng sultan, beliau melakukan upacara labuhan, dan kaos bekas inilah yang dilarungnya, dan beruntunglah saya yg mendapatkannya.
Saya tidak tahu, akan berapa lama lagi saya bisa berada di pelukannya. Raganya sdh teramat payah, tapi jiwanya msh begini mesra. Betapa saya mencintainya….

View on Path


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: