Oleh: pinjambuku | 17 November 2014

subsidi

harga bbm naik, nyamuk2 panik. mereka kini tak bisa semena2 menjelajah kota mencari mangsa.
“boros bensin!” kata mereka.

harga bbm naik, cabe2an panik.
mereka kini tak bisa semena2 menjelajah kota mencari mangsa.
“boros bensin!” kata mereka.

harga bbm naik, terong2 panik.
mereka kini tak bisa semena2 menjelajah kota mencari mangsa.
“boros bensin!” kata mereka.

harga bbm naik, para penyair panik.
mereka kini tak punya banyak waktu lagi,
untuk menulis puisi.
“bikin pamflet dulu, mumpung lagi laku!”

View on Path


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: