Oleh: pinjambuku | 21 Februari 2015

perkara memakan rambutan

sekian tahun yang sudah lama sekali dulu, saya bertamu ke satu rumah yang menambah banyak catetan keheranan saya.
bisa jadi karena saya memang ndeso dan udik, mungkin juga karena cupetnya pergaulan saya, yang jelas saya ketemu kagok ketika saya menyebut pak satpam alih2 security, saya panggil pak sopir dibanding driver, dan yang bikin saya senewen ya urusan memakan buah rambutan ini.
jaman dulu itu, saya mikirnya kok sebegitu malesnya sih, makan rambutan saja pakai dikupasin sama mbak-mbak pembantu eh asisten rumah tangga. kalo rambutan sudah disajikan bersih dari kulit dan bahkan bijinya, di mana sensasi makan rambutannya jal? lagian, kalo tujuannya biar tangan tidak kotor dan kuku tetap bersih, tapi rambutannya rak jadi sudah diuwal-uwel sama tangan-tangan mbak-mbaknya itu to?
entah bagaimana ceritanya waktu itu, yang jelas perkara memakan rambutan ini tetap jadi salah satu catatan keheranan terbesar dalam hidup saya.

sampai suatu ketika kemudian
saya kok ya ditawari memakan rambutan dengan cara ini. artinya, sudah dikupas dan tinggal comot lalu kriak-kriuk, njuk tinggal nglepeh bijinya. jebul enak juga je, makan rambutan kayak gini. kenapa dulu itu saya pake setengah mati keheranan ya?
hahahaha….

View on Path


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: